Talaud, Barta1.com – Klinik Bhabinkamtibmas yang digagas anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Kabaruan, Brigadir Polisi Andika Eka Putra Amisi merupakan upaya untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Kordakel dan Rarange.
Berbeda dengan cara pendekatan kepada masyarakat pada umumnya, anggota Polsek Kabaruan ini menggunakan metode pendekatan melalui Klinik Bhabinkamtibmas, sebuah program pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat.
Mengapa menggunakan metode ini? Brigadir Polisi Andika Eka Putra Amisi menerangkan, cara pendekatan seperti ini bisa melekatkan diri dengan masyarakat. “Kalau kita sudah dekat dan akrab dengan masyarakat, maka masyarakat akan segan. Bukan segan karena kita mengenakan seragam polisi. Tetapi, karena mereka sudah menganggap kita sebagai bagian dari keluarga sendiri,” ungkapnya, Minggu (08/03/2020) di kediamannya, Desa Mangaran.
“Apalagi di Pulau Kabaruan masih melestarikan prinsip hidup saling menghargai sesama,” tambahnya.
Bukan warga Desa Rarange dan Kordakel yang merupakan desa bimbingan, menjadi salah satu faktor yang mendorong agar pria yang akrab disapa Andika ini harus menyesuaikan diri bersama masyarakat kedua Desa ini. Apalagi dirinya baru ditempatkan sebagai Bhabinkamtibmas pada akhir Januari 2020. Hal inilah yang membuatnya harus memutar otak untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.
Peran Istri Sangat Membantu
Bagaimana bisa terpikirkan menyelenggarakan Klinik Bhabinkamtibmas? Ia menerangkan bahwa hal tersebut merupakan hasil diskusi dengan sang istri yakni dr Grace Bambulu yang juga seorang dokter di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Mangaran. Ide dan gagasan didukung sang istri nampaknya membuat dirinya memantapkan langkah untuk menggelar Bakti Sosial (Baksos) yang dikemas dalam Klinik Bhabinkamtibmas.
“Kalau ditanya siapa yang memotivasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Tentunya adalah Pimpinan dan teman-teman. Namun, masukan serta dorongan dari istri (dr. Grace-red) yang membuat langkahku semakin mantap untuk menggelar Baksos,” ujar Amisi.
Sementara itu, dr Grace Bambulu menerangkan mengapa dirinya ikut melibatkan diri dalam pelaksanaan Baksos yang menyasar orang tua lanjut usia (Lansia), Penyandang Disabilitas, Anak yatim-piatu di bawah 18 tahun dan Keluarga yang tidak mampu tersebut. “Ini sudah merupakan tugas selaku anggota Bhayangkari,” ungkapnya.
“Istri polisi atau memiliki peran utama yaitu memberikan masukan serta dorongan kepada para suami yang berstatus sebagai abdi negara,” jelas dr Grace.
Lebih jauh lagi, ia menceritakan mengenai rencana hingga persiapan pelaksanaan Baksos, ada beberapa hal yang harus dikorbankan. “Tenaga dan waktu harus dikorbankan untuk membantu tugas dan tanggung jawab suami sebagai anggota Polri,” ucapnya sembari tersenyum.
Tak tanggung-tanggung, ia harus turun langsung ke lapangan untuk melayani masyarakat dalam pemeriksaan dan pengobatan gratis. “Jenis kegiatan Baksos ini sangat lengket dengan tugas seorang dokter. Makanya dalam kegiatan ini, saya terlibat langsung. Apalagi untuk membantu suami,” urai putri sulung dari dua bersaudara ini.
Keluar Kantong Pribadi
Di balik pelaksanaan Baksos Klinik Bhabinkamtibmas, ternyata ada sebuah pengorbanan dari Brigpol Andika Eka Putra Amisi bersama istri. Selain tenaga dan waktu, sepasang suami-istri ini harus mengeluarkan isi kantong untuk mengadakan obat-obatan demi membantu masyarakat di Desa Binaan.
Soal berapa isi kantong yang dikeluarkan untuk sekali melaksanakan Baksos, pria lulusan Bintara Polri 2008 ini hanya tersenyum dan nampak malu mengungkapkannya. Sebaliknya, ia justru mengatakan, namanya perjuangan dalam misi kemanusiaan, harus mengorbankan banyak hal, termasuk materi.
“Kalau untuk biaya obat-obatan, saya bersama istri patungan. Besar-kecilnya anggaran yang dikeluarkan itu bukan menjadi hal yang perlu disorot tapi kami mengimani bahwa itu merupakan pintu berkat di hari esok,” beber pria yang merupakan anak sulung dari empat kakak-beradik.
“Dalam setiap perjuangan untuk kemanusiaan pasti membutuhkan pengorbanan termasuk materi. Apalagi kalau kita ingin membantu orang tua dan saudara-saudara kita,” ucapnya.
Respon Orang Sekitar
Baksos yang sudah menyentuh 129 orang pasien yang terdiri dari 54 orang lansia, 2 orang penyandang disabilitas, 1 orang anak yatim-piatu, 5 orang keluarga tidak mampu ini mendapat komentar berbagai kalangan.
Kapolsek Kabaruan, AKP Ferry F Padama mengatakan, dirinya selalu mendorong kepada anggota Polsek Kabaruan agar melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk membantu masyarakat.
“Anggota Polsek Kabaruan selalu didorong untuk terus melakukan kegiatan positif untuk membantu masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan SDM Polri yang Prometer dan unggul,” ungkap Padama.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Rarange bersama Puskesmas Mangaran yang telah membantu dalam pelaksanaan Baksos. “Kami sangat mengapresiasi anggota Polsek Kabaruan, Puskesmas Maangaran yakni dr Grace Bambulu bersama tim, serta Pemerintah Desa Rarange yang sudah menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membantu warga. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan,” kata Padama.
Selain itu, Kepala Desa Rarange, Elias Ansiga mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak Kepolisian dan Puskesmas Mangaran yang sudah mengorbankan waktu dan tenaga untuk membantu warganya. “Atas nama masyarakat, kami sangat suport apa yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Rarange karena klinik Bhbinkamtibmas ini sangat membantu kami,” ungkap Ansiga.
“Terima kasih juga kepada Ibu dokter berama tim yang sudah mengorbankan tenaga dan waktu dalam baksos pengobatan gratis karena tidak dipungut biaya sepeserpun,” tuturnya.
Irat Masania salah seorang lansia sangat berterima kasih dengan adanya baksos dari kepolisian. Ia mengaku sangat terbantu dengan pelaksanaan baksos tersebut. “Kami warga Desa Rarange, khususnya lansia, sangat berterima kasih atas pelaksanaan kegiatan klinik Bhabinkamtibmas ini. Kegiatan ini sangat – sangat membantu kami warga masyarakat,” ucap lelaki yang akrab disapa opa Irat.
Senada dengan itu, Pemerintah Desa Kordakel bersama Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan masyarakat mengungkapkan apresiasi atas diselenggarakannya Baksos ini.
Kepala Desa Kordakel, Dikson Sangadi mengucapkan apresiasi atas kegiatan yang sangat membantu warganya.
“Dengan adanya program dari Bhabinkamtibmas, terutama Pak Andika, kami sangat terbantu dengan program ini. Untuk itu, kami Pemerintah Desa mengucakan banyak – banyak terima kasih dengan adanya program ini,” kata Kepala Desa Kordakel.
Abner Maengga salah seorang lansia Desa Kordakel mengungkapkan rasa terima kasih atas Baksos yang ada. “Masyarakat khususnya lansia di Desa Kordakel, Kecamatan Kabaruan mengucapkan terima kasih karena merasa sangat terbantu dengan Bakti Sosial, Kilnik Bhabinkamtibmas ini,” ungkapnya.
Marsenius Mamile, salah satu warga penyandang disabilitas mengutarakan rasa terima kasih atas kegiatan ini. Ia juga berharap agar program ini bisa berjalan terus. “Saya sangat berterima kasih karena terus terang, selaku penyandang disabilitas di Desa Kordakel sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Dan diharapkan, kegiatan ini bisa dilakukan secara terus menerus. Sekali lagi mengucapkan terima kasih,”
Honorius Larage, Ketua BPD Kordakel mengucapkan terima kasih atas Baksos yang diselenggarakan di Desanya. ” Terima kasih banyak atas kegiatan yang sudah dilaksanakan di Desa ini. Kiranya kegiatan ini bisa berjalan lancar untuk kedepannya. Terima kasih banyak,” ujar Larage.
Minta Bayaran
Dalam Baksos yang sudah dua kali digelar ini, untuk peralatan medis, Bhabinkamtibmas menyiapkan Obat dan Dokter pemeriksa. Sedangkan Pemerintah Desa Rarange menyiapkan satu unit alat tes colestrol, asam urat, gula dan satu unit tensi digital.
Namun, di tengah pelaksanaan kegiatan yang sarat dengan nilai kemanusiaan ini, ada polemik mengenai bayaran yang diminta oleh Brigadir Polisi Andika Eka Putra kepada masyarakat/pasien yang dilayani.
Mengenai hal ini, peyelenggara kegiatan membenarkan. Tetapi, bayarannya bukan dalam bentuk materi. Lantas, dalam bentuk apa masyarakat harus membayar?
Amisi menerangkan, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan ini tidak dipungut biaya sepeserpun, tapi masyarakat harus membayar saya dengan menjaga Kamtibmas. “Bayarlah kami dengan menjaga stabilitas kamtibmas di desa ini yakni Desa Rarange dan Kordakel,” terangnya.
Ia juga menyampaikan kelanjutan pelaksanaan baksos yang akan terus berlanjut. Selain itu, dirinya memiliki rencana agar Klinik Bhabinkamtibmas ini bisa menyentuh warga jemaat/umat di beberapa gereja yang ada di desa binaannya. Pasalnya, ada gereja dimana jemaat atau umatnya bukan merupakan warga di dua desa tersebut.
Peliput : Evan Taarae

Discussion about this post