• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, April 29, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Komitmen Yongkie Limen pada Diaspora Nusa Utara di Manado

by Ady Putong
24 Februari 2020
in News, Politik
0
Komitmen Yongkie Limen pada Diaspora Nusa Utara di Manado

Yongkie Limen

0
SHARES
187
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com — Tagline Tahendunge Wue Ia identik dengan Yongkie Limen. Jargon humanis dari bahasa Sangihe itu menempatkan Yongkie sebagai politisi yang mewakili diaspora Nusa Utara di Kota Manado.

Ketika sukses mengunci 1 kursi DPRD Provinsi Sulawesi Utara periode kedua dari dapil 1 Manado, pada Pemilu 2019 lalu, Yongkie memang menuai banyak suara dari beberapa titik yang dipadati warga Nusa Utara di Manado. politisi Partai Golkar ini berupaya terus membangun kepercayaan konstituennya dalam kerja sebagai wakil rakyat.

“Bagi saya ini adalah sebuah kehormatan besar saat banyak saudara-saudara saya dari Sangihe, Talaud dan Sitaro mempercayakan pilihannya untuk saya di DPRD provinsi,” ujar Yongkie pada Barta1 Senin (24/02/2020).

Baca Juga: Yongkie Limen, Politisi Nusa Utara yang Dilahirkan Golkar 

Tahendunge wue Ia sendiri bisa diartikan “Jangan Lupakan Saya”. Tagline itu mulai populer ketika Yongkie turun dalam helatan Pemilihan Walikota Manado 2010 silam. Warga Nusa Utara di ibukota Sulut mulai merasa bahwa Yongkie memang bagian dari mereka.

“Yongkie salah satu kandidat di Manado yang mau menggunakan bahasa daerah kendati istilahnya hidup jauh dari kampung halaman, ini membuat kami melihat dia punya kesungguhan untuk menjadi bagian dalam kehidupan saudara-sudaranya,” kata Julius Tahulending, warga Kecamatan Wenang.

Karena diberi kepercayaan, Yongkie menyebut adalah kewajiban untuk memperjuangkan aspirasi diaspora Nusa Utara di Manado. Duduk sebagai anggota dewan provinsi di Komisi 3, dirinya kerap menemui warga Nusa Utara yang banyak bermukim di pesisir Manado. Termasuk baru-baru ini ketika dia melaksanakan agenda serap aspirasi di seputaran Pantai Bahu, Kecamatan Malalayang.

Lewat pertemuan langsung dengan masyarakat tersebut, Yongkie mengaku banyak menerima permintaan yang berkenaan langsung dengan hajat hidup masyarakat. beberapa di antaranya adalah ketersediaan lapangan kerja, masalah kesehatan, fasilitas penunjang kegiatan ekonomi hingga kemudahan melakukan pengurusan dokumen di area pemerintahan. Tak hanya itu, Yongkie juga mendengar berbagai masukan dan ide untuk pembangunan kota.

“Saya kagum ternyata saudara-saudara saya dari Nusa Utara punya banyak ide yang sebenarnya bisa teraktualisasi pada kerja pemerintah daerah, khususnya pemerintah kota Manado,” kata dia.

“Masukan-masukan ini seharusnya perlu didengar dan kalau bisa dilaksanakan oleh pemerintah kota,” tambah suami dari Conny Rares, anggota DPRD Kota Manado.

Sejumlah aspirasi menurutnya patut dia perjuangkan sebagai komitmen pilihan konstituen. Yongkie mengatakan pentingnya ketersediaan akses bagi anak-anak dari Sangihe, Talaud dan Sitaro yang datang menuntut ilmu di perguruan tinggi ibukota provinsi. Sebagai orang Nusa Utara di Manado, terlebih ketika duduk sebagai anggota dewan, adalah panggilan bagi dia untuk melakukan pembangunan sumber daya manusia pada para mahasiswa dari wilayah kepulauan Sulut.

“Iya, anak-anak ini memang butuh perhatian khusus agar saat sarjana dan kembali ke daerahnya mereka bisa lebih maksimal melakukan fungsinya membangun daerah,” ujar Yongkie.

Terkini, dirinya didorong konstituen untuk maju sebagai calon walikota Manado di Pilkada tahun ini. Yongkie sendiri mengaku telah mendaftar di Partai Golkar sebagai kandidat karena adanya dorongan tersebut.

“Kalau saudara-saudara sendiri memang menginginkan itu saya baru berani, karena tanpa dukungan seperti itu saya tak mau gegabah ikut pemilihan kepala daerah,” sebut dia. (*)

Editor: Ady Putong

Barta1.Com
Tags: manadoYongkie Limen
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Bahaya Diabetes Melitus dan Penyebabnya

Bahaya Diabetes Melitus dan Penyebabnya

Discussion about this post

Berita Terkini

  • RDP DPRD Sulut: Pokir Lenyap, Bantuan Rumah Ibadah Tak Ada di Tomohon 29 April 2026
  • Polresta Manado Perang Lawan Bandar Narkoba: 141 Paket Sabu dan 5.264 Butir Obat Keras Gagal Beredar 29 April 2026
  • Paskah Nasional 2026 di Sigi, PLN Sukses Jaga Pasokan Listrik Tanpa Kedip 29 April 2026
  • Gubernur Yulius Selvanus Tegaskan Efisiensi Anggaran dan Disiplin Kinerja 2.500 PPPK Sulut 29 April 2026
  • Pengguna Mobil Listrik Gorontalo Makin Nyaman, PLN Aktifkan 4 SPKLU di Titik Strategis 29 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In