Sangihe, Barta1.com – Peristiwa banjir bandang dan tanah longsor di Kampung Lebo, Kecamatan Manganitu, Sangihe, meninggalkan duka yang dalam. Tak hanya seorang warga yang dikabarkan meninggal dunia, dua orang juga belum ditemukan karena diduga hanya dibawa air.
Meski begitu, sejumlah warga mengaku bersyukur mereka tidak ikut menjadi korban. Seperti dituturkan warga Lindongan 2 Kampung Lebo, Yari Nikolina Agu (53) yang selamat dan nyaris terbawa arus bersama anak perempuannya, Deske Ahusta Panguleng (17).
Keduanya hampir menjadi korban akibat terbawa arus banjir bandang pada kejadian pagi itu. Beruntung segera ditemukan oleh warga setempat.
“Masih pagi-pagi sekitar jam setengah lima. Saya berada di dapur dan tiba-tiba air meluap hingga ke dalam rumah. Saya dan anak saya sudah terseret dan meminta bantuan warga. Hampir saya dan anak saya menjadi korban kalau tidak segera ditemukan,” ujar Nikolina Agu, yang rumahnya juga terhempas banjir bandang.
Saat ini puluhan orang mengungsi akibat banjir bandang dan longsor tersebut. Hingga berita ini diturunkan, kurang lebih 29 rumah rusak. Badan Penanggulangna Bencana Daerah (BPBD) Sangihe masih mengevakuasi warga yang terkena bencana.
Peliput: Rendy Saselah

Discussion about this post