Talaud, Barta1.com – Sebuah perahu jenis Pamboat asal Filipina bernama Tagabebe yang ditumpangi 9 nelayan terdampar di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Selasa 31 Desember 2019.
Penyebabnya perahu itu mengalami kerusakan pada bagian mesin setelah dihantam angin kencang saat cuaca buruk.
Kapolres Talaud, AKBP Alam Kusuma Sari Iriawan mengungkapkan Pamboat Tagabebe asal Filipina tersebut telah diamankan di Pelabuhan Miangas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Pamboat saat ini dalam kondisi baik. Hanya saja terdapat sejumlah kerusakan pada dua unit mesin,” ujarnya.
Dilain pihak, Kapolsek Miangas, Ipda Otniel Nusa menambahkan telah meminta keterangan dari Kapten Pamboat Tagabebe bernama Nino Barioso (38). Menurut kapten, pamboat awalnya dari daerah Parula Filipina hendak memancing ikan di wilayah perairan Filipina tepatnya di perairan Labigan.
“Namun angin bertiup kencang dari arah utara yang membuat pamboat tidak dapat melaju dengan maksimal. Kemudian di tengah perjalanan pamboat mengalami kerusakan mesin dan patah kemudi,” ujar Kapolsek Miangas meniru penjelasan kapten pamboat tersebut.
Ia menambahkan, angin terus bertiup kencang hingga mereka perahu terdampar di Pulau Miangas. “Kami telah pemeriksa sejumlah kemudi dan salah satu dari dua unit mesin yang bermerk Yamada 10 PK dan 12 PK mengalami kerusakan.
“Selain itu, di dalam pamboat terdapat satu dus ikan berjenis malalugis dan tidak ditemukan hal-hal menonjol dan barang-barang mencurigakan,” kata Ipda Otniel Nusa.
Sembilan nelayan itu semuanya merupakan warga negara Filipina yang saat ini dijamu Mr Lopez yang merupakan Liaison Officer (LO) Filipina di kediamannya di Kecamatan Miangas.
9 nelayan Filipina itu adalah Nino Berioso, Nomad King Mohammad, Jessie Beriose, Jerson Rafael, Hadjir Mohammad, Dexter Margailo, Edilman Magdlames, James Buyan M Reyes dan Jumel Mesaglany.
Peliput: Evan Taarae


Discussion about this post