• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Sangihe

Kajati Sulut Tinjau Implementasi MBG di SMA Negeri 1 Tahuna

by Redaksi Barta1
19 Mei 2026
in Sangihe
0
Foto: Kajati Sulut tinjau kualitas dan distribusi program MBG di Tahuna. (Dok. Rendy/Barta1)

Foto: Kajati Sulut tinjau kualitas dan distribusi program MBG di Tahuna. (Dok. Rendy/Barta1)

0
SHARES
40
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sangihe, Barta1.com — Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jakob Hendrik Pattipeilohy, melakukan pemantauan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Tahuna dalam kunjungan kerja hari keduanya di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Selasa (19/5/2026).

“Kita ingin melihat implementasi MBG di SMA Negeri 1 Tahuna. Kita lihat dari sisi kualitasnya, kemudian bagaimana pola distribusinya. Kita ingin pastikan bahwa memang program ini berjalan dengan baik dan bagi siswa semuanya bermanfaat,” kata Pattipeilohy.

Ia menyebutkan, secara umum pelaksanaan program tersebut berjalan baik. Meski demikian, terdapat sejumlah catatan di lapangan. “Memang yang kita lihat tadi ada beberapa problematika, masalah jumlah nasi dan segala macam, tetapi itu subjektif. Sementara keseluruhan berlangsung baik,” ujarnya.

Menurut dia, mekanisme pengawasan dilakukan dengan melibatkan mahasiswa sebagai verifikator yang terhubung secara langsung melalui sistem pemantauan. Dengan pola ini, setiap temuan di lapangan dapat segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.

“Ketika ada masalah kita menggandeng mahasiswa, ada verifikator yang bisa langsung berkomunikasi real time. Ada sistem yang kita bangun di situ. Kita gandeng mahasiswa dengan sistem yang kita butuh supaya kita bisa langsung sampaikan apa problematikanya. Temuan per hari itu langsung bisa disampaikan hari itu, karena itu bisa berbeda dengan temuan besok lagi,” kata dia.

Ia menambahkan, verifikator tersebut menjadi mitra strategis dalam menyampaikan temuan di lapangan agar dapat segera dieksekusi oleh pihak berwenang. “Kalau kita yang eksekusi, kita tungguin hari itu harus selesai,” ujar Pattipeilohy.

Pattipeilohy menegaskan, tugas utama institusinya adalah memastikan program berjalan dengan baik dengan melibatkan seluruh komponen. “Kemudian yang kita lakukan bagaimana meningkatkan gizi anak bangsa, kecerdasan anak bangsa. Ini yang menjadi tugas kita di masing-masing daerah,” kata dia.

Dalam pemantauan itu, ia juga menyoroti kondisi geografis Sangihe, khususnya di wilayah pulau terluar. Ia menyebutkan, terdapat penerima manfaat yang jumlahnya hanya 81 orang, berada di bawah target pelayanan satu SPPG.

“Ini harus ada kebijakan khusus yang harus kita eksekusi langsung ke kepala BGN, harus mengeluarkan kebijakan khusus karena tidak semua daerah sama seperti di Jawa atau daerah-daerah yang sudah maju,” ujarnya.

Ia menilai, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi program. “Di sini bagaimana SPPG mau menangani jumlah hanya 81, dia bawa transpor ke sana berapa. Nah kita mendapatkan informasi ini nanti kita akan dorong,” kata Pattipeilohy.

Peliput: Rendy Saselah 

 

Barta1.Com
Tags: Jacob Hendrik PattipeilohyKajatiMBGSMA Negeri 1 Tahuna
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Foto: Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jakob Hendrik Pattipeilohy saat berkunjung ke Sangihe. (Dok. Rendy/Barta1)

Dua Hari di Sangihe, Kajati Sulut: Daerah Ini Luar Biasa dan Harus Dijaga

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Bawa Sanggahan ke Pengurus Golkar Provinsi, Ronald Takarendehang Bongkar Cacat Aturan Pemecatan Sepihak 21 Oktober 2026
  • Polimdo Tembus Babak Final Kompetisi Inovasi Internasional AI 21 Oktober 2026
  • Inovasi TerraSight AI Antar Tim Polimdo Melaju ke Final Kompetisi Inovasi dan Kewirausahaan Internasional di Tiongkok 21 Oktober 2026
  • Plt Bupati Sitaro Tandatangani Pakta Integritas Percepatan RDTR Region II 21 Oktober 2026
  • Bapemperda DPRD Sulut Bahas Kesiapan Propemperda 2027, Tujuh Ranperda Diusulkan 21 Oktober 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In