Talaud, Barta1.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Talaud, Semuel Bentian SH MH menegaskan, pengerjaan proyek pembuatan jalan di Desa Dapalan dan Dapihe, Kecamatan Tampan’amma harus professional dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
“Proyek pembuatan jalan Desa Dapalan dan Dapihe harus dikerjakan sesuai dengan mekanisme. Jangan mengejar keuntungan dengan mengesampingkan kualitas jalan yang dibangun,” ujar Bentian, Senin (23/12/2019).
Suara lantang anggota Komisi 2 DPRD ini dilontarkan ketika mendapatkan laporan dari warga mengenai pembuatan jalan yang terkesan tidak professional karena hanya menggunakan alat berat jenis ekskavator yang berukuran kecil dalam proses pemadatan material pondasi bawah yang seharusnya menggunakan alat berat berupa jenis tendem roller.
Ketua Fraksi PDI-P DPRD ini meminta masyarakat khususnya di Desa Dapalan dan Dapihe untuk bersama-sama mengawasi pelaksanaan proyek pembangunan jalan di dua desa tersebut.
“Seluruh lapisan masyarakat, mari kita bersama-sama mengawasi pengerjaan proyek ini agar hasilnya sesuai dengan yang kita inginkan. Kalau kualitas jalannya kurang baik, maka masyarakat yang dirugikan,” kata Bentian.
Menanggapi hal ini, Steven Maradia, tokoh pemuda asal Desa Dapihe mengatakan, jangan karena mengejar keuntungan dengan meminimalisir biaya sewa kendaraan sehingga menggunakan ekskavator yang berukuran kecil. Tetapi sebaliknya, alat berat yang digunakan harus sesuai dengan standard pengerjaan proyek tersebut.
“Semestinya harus pakai alat berat yang sesuai mekanisme proyek yang berlaku sesuai standar proyek itu sendiri, apalagi ni mengenai jalan umum. Jika pakai ekskavator yang kecil dan tidak ada alat berat lain maka pemegang proyek diduga mencari keuntungan yang lebih bnyak karena penyewaan alat hanya memakan biaya kecil,” ujar Maradia.
Terpisah, Dodi Maarial SPd, Ketua Karang Taruna Batum Barian Desa Dapalan mengatakan, dirinya bersama pemuda yang lainnya di Desa Dapalan dan Dapihe akan mengawal terus pembuatan jalan ini.
“Kaum muda Desa Dapalan dan Dapihe akan mengawal berlangsungnya proyek pembuatan jalan di desa kami karena jalan ini adalah hal yang sangat penting bagi keberlangsungan pergerakan ekonomi di desa Dapalan dan Dapihe yang mayoritasnya petani,” ungkap Maarial.
“Jadi jangan sampai proyek ini hanya menjadi ajang meraup keuntungan dan menyepelehkan kwalitas jalan yang dibangun,” jelas Maarial.
Peliput: Evan Taarae

Discussion about this post