• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Mei 12, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Politik

Vionita Kuera Soroti Krisis Pendidikan di Kepulauan: Guru, Asrama hingga Bangunan Sekolah Jadi Perhatian

by Meikel Eki Pontolondo
12 Mei 2026
in Politik
0
Vionita Kuera Soroti Krisis Pendidikan di Kepulauan: Guru, Asrama hingga Bangunan Sekolah Jadi Perhatian
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com  — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari daerah pemilihan Nusa Utara, Vionita Kuera, menyoroti berbagai persoalan pendidikan di wilayah kepulauan saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut, Senin (11/05/2026).

Menurut Vionita, sejak awal dirinya menjadi anggota dewan dan turun langsung ke lapangan, persoalan pendidikan di daerah kepulauan masih menjadi perhatian serius. Mulai dari kekurangan guru, kepala sekolah yang belum definitif, hingga kondisi bangunan sekolah yang dinilai belum layak.

“Sejak awal saya menjadi anggota dewan dan turun langsung ke lapangan, persoalan di wilayah kepulauan bukan hanya kekurangan guru. Masih ada kepala sekolah yang belum definitif, bangunan sekolah yang tidak layak, hingga kebutuhan asrama bagi siswa,” ungkap Vionita.

Ia menjelaskan, di sejumlah pulau kecil hanya tersedia sekolah hingga jenjang SD dan SMP. Sementara untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA atau SMK, para siswa harus pergi ke pulau yang lebih besar.

“Sekolah memang sudah gratis, tetapi anak-anak dari pulau kecil yang melanjutkan pendidikan ke SMA atau SMK mengalami kesulitan tempat tinggal. Mereka harus membayar kos dan memenuhi kebutuhan makan selama sekolah. Karena itu, keberadaan asrama sangat diperlukan,” jelasnya.

Vionita juga menyinggung persoalan infrastruktur sekolah. Ia mengapresiasi realisasi pembangunan di SMK Negeri 1 Siau Timur, serta penanganan kasus ruang kelas mangkrak di SMA Negeri 1 Siau Timur yang sebelumnya ditemukan dalam RDP tahun lalu.

“Puji syukur, di SMK Negeri 1 Siau Timur sudah ada realisasi pembangunan. Kemudian di SMA Negeri 1 Siau Timur, yang tahun lalu ditemukan adanya ruangan mangkrak, saya mengapresiasi karena sudah diaudit dan bahkan sudah ada tersangkanya,” katanya.

Selain itu, ia kembali mempertanyakan kelanjutan pembangunan SMA Negeri 1 Siau Barat yang hingga kini belum rampung sejak tahun 2018.

“Awalnya disampaikan bahwa pembangunan tidak selesai, ternyata anggarannya memang hanya untuk struktur bangunan dua lantai. Jadi pembangunannya berhenti sampai di situ,” ujarnya.

Ia menambahkan, terdapat dua ruang kelas yang telah dibongkar untuk pembangunan tersebut, namun hingga kini belum ada kelanjutan.

“Sampai sekarang bagaimana kelanjutan pembangunan SMA Negeri 1 Siau Barat? Karena dua ruang kelas sudah dibongkar untuk pembangunan dua lantai, tetapi belum ada tindak lanjut hingga saat ini,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut, Dr. Dr. Femmy J. Suluh, M.Si, menyampaikan bahwa dalam laporan halaman 25 terdapat rekapitulasi penerimaan revitalisasi sekolah tahun 2026.

“Untuk sekolah-sekolah yang akan mendapatkan revitalisasi nanti akan kami sampaikan. Tahun 2026 ada sekitar 88 sekolah yang masih berstatus kandidat. Setelah Bimtek, akan kami informasikan termasuk besaran anggaran tiap sekolah,” jelas Femmy.

Ia juga menyebutkan bahwa pada tahun 2025 terdapat 91 sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulut yang menerima bantuan revitalisasi dengan total pagu anggaran mencapai Rp140 miliar.

Femmy berharap, dalam lima tahun ke depan seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, dapat memperoleh bantuan revitalisasi.

“Karena itu, kami meminta para kepala sekolah untuk rutin memperbarui foto-foto kondisi sekolah di Dapodik, terutama terkait infrastruktur,” pungkasnya. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: DPRD Provinsi SulutKomisi IV DPRD Sulutvionita kuera
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Vionita Kuera Soroti Krisis Pendidikan di Kepulauan: Guru, Asrama hingga Bangunan Sekolah Jadi Perhatian 12 Mei 2026
  • Polres Bitung Amankan Pelaku Penganiayaan di Wangurer Barat 12 Mei 2026
  • Langkah Strategis Heronimus Makainas Ditunjuk Gubernur YSK Sebagai Plt Bupati Sitaro 12 Mei 2026
  • Foto Bersama Kajati Sulut Beredar, Toni Supit Tegaskan Tak Ada Kaitan dengan Kasus Sitaro 12 Mei 2026
  • Cindy Wurangian Soroti Program Revitalisasi Sekolah di Sulut, Minta Realisasi Dikawal Ketat 12 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In