Talaud, Barta1.com – Beranjak dari hobi membuat karya berupa gambar dan kerajinan tangan sejak masih duduk di bangku SMA. Kini pria bernama lengkap Dody Maarial menekuni pembuatan tas goni yaitu tas yang terbuat dari karung goni dan dihiasi oleh beraneka gambar.
Bermacam warna cat akrilik dituangkan dalam permukaan tas goni ini untuk menghasilkan gambar sesuai dengan keinginan dan permintaan dari pemesan. Untuk harga tas goni bervariasi, mulai Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu. Semua tergantung model dan kerumitan gambar yang di pesan.
Dody Maarial yang merupakan lulusan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Manado ini tak menyangka kalau karya–karya yang ia hasilkan mulai beredar dari desa ke desa.
Tak hanya itu, buah ketekunannya sejak 2 tahun silam ini sudah dipamerkan di Jakarta dalam Kompas Travelfair beberapa bulan lalu oleh Yayasan Idep Selaras Alam Bali.
Ketika ditemui di rumahnya, pemuda yang akrab disapa Paman Odi ini, menceritakan sekilas perjalanannya dalam dunia seni. “Awalnya hanya untuk mengisi waktu luang karena keterbatasan bahan. Kalau nilon bisa dibeli di warung–warung. Sementra cat akrilik pesannya di Bandung karena harganya murah dan untuk karung goni pembeliannya di Manado,” ujar Maarial.
“Tetapi, lambat laun mulai ada teman–teman yang tertarik dan mulai memesan tas goni ini. Dari teman–teman inilah informasi mulai beredar tentang pembuatan kerajinan yang sederhana ini. Bahkan, ada yang mulai mempublikasikan melalui media sosial. Dari sini mulailah ada pesanan masuk dari luar desa bahkan dari luar kabubaten,” katanya.
Dody juga mengajak agar generasi milenial di Talaud harus mampu berkarya dengan memanfaatkan kekayaan yang sudah ada di alam Porodisa agar bisa menunjang pariwisata yang ada. “Mari melakukan hal–hal positif untuk mempromosikan Talaud ke mata dunia. Talaud sangat kaya dengan sumber daya alam. Jika dikelola, bisa menghasilkan ole–ole khas Talaud karena ole–ole atau kerajinan lokal adalah salah satu penunjang pariwisata di satu daerah dan bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan,” tutup Maarial.
Melihat potensi yang dimiliki ini, tokoh pemuda Melky Halean berharap agar kedepannya bisa mendapatkan sentuhan dari pemerintah dalam mengembangkan kreatifitas yang dilakoni oleh anak-anak muda.
“Apa yang di buat teman-teman generasi muda yang ada di Desa Dapalan, kreativitas yang bisa menghasilkan omset dan bisa mendrongkrak perekonomian desa, seharusnya mendapatkan dukungan lebih dari pemerintah,” ujar Halean.
“Untuk saat ini dukungan pemerintah desa sangatlah penting dalam mewujudkan berkembangnya kreativitas teman-teman. Yang kita ketahui saat ini desa Dapalan merupakan desa yang menjadi percontohan untuk peningkatan kualitas wisata. Oleh sebab itu pemerintah desa juga harus turut andil sehingga bisa menjadi Souvenir asli Desa Dapalan,” katanya.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post