Sangihe, Barta1.com – Aksi World Cleanup Day (WCD) di Kepulauan Sangihe berhasil mengumpulkan 771.3 KG sampah organik dan plastik. Terkait dengan itu, Jonathan Hormati (17), leader World Cleanup Day Sangihe mengaku prihatin dengan sampah yang menjadi momok permasalahan lingkungan dan menjadi isu global.
Ia menuturkan kegelisahannya terhadap sampah khususnya plastik yang kerap kali dijumpai di lingkungan sekitar. “Permasalahannya adalah karena perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, apalagi di laut,” tuturnya.
Sampah yang ada di Indonesia terus mengalami peningkatan dimana pada tahun 2018, jumlah sampah berkisar antara 64 juta ton, dan pada tahun 2019 naik menjadi 67 juta ton.
“Masalah sampah ini begitu miris, diperlukan kesadaran dari setiap orang, terlebih khusus anak muda” ungkap siswa SMA Negeri 1 Tahuna ini.
Melalui iven WCD Sangihe 2019, peserta WCD berharap agar pemerintah lebih berperan aktif dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan, sehingga, hari kebersihan sedunia WCD bukan hanya sekedar momentum namun bisa terus berlanjut untuk mewujudkan Sangihe bersih.
Jonathan, ketika ditemui di lokasi WCD juga mengaku sangat puas dengan hasil pencapaian relawan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sabtu (21/09/2019) di Pelabuhan Tua (PELTU) Tahuna.
Dari tim pusat menargetkan hanya 500 orang saja, namun Relawan WCD Sangihe mencapai 2.465 orang. “Dan ini sudah jauh melebihi target yang diminta disetiap kabupaten kota. Artinya, respon Sangihe memang luar biasa terhadap gerakan bersih-bersih sampah terbesar didunia ini,” tuturnya
Kegiatan WCD ini bertepatan dengan Hari Perdamaian Dunia sehingga secara nasional mengangkat tema “Cleanup for peacefull Indonesia”.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post