Manado, Barta1.com — Peringatan World Cleanup Day Sabtu (21/09/2019) yang bergema di 157 negara, termasuk Sulawesi Utara di Indonesia, disambut antusias masyarakat. Perayaan bersih-bersih lingkungan ini memancing kesadaran siapa saja untuk menjaga lingkungan sebagai warisan ke anak-cucu.
WCD di Manado dirayakan puluhan anak muda yang mengangkat sampah di pesisir Kelurahan Sindulang 1 Kawasan Manado Utara. Uniknya, terpantau juga ada warga internasional yang nimbrung membersihkan tepian pantai —atau bisa saja disebut daerah bebatuan mengingat area tersebut telah direklamasi pemerintah.
Joanna Angelo nama bule perempuan asal Uruguay itu terlihat begitu bersemangat mengais cela-cela bebatuan. Saat mengangkat kemasan botol air mineral dari plastik yang dibuang sembarangan, Joana terlihat cemberut. Di depan kamera dia berpose sembari membalikkan jari jempolnya. Dalam bahasa universal itu tandanya sesuatu yang tidak pantas.
“Ini adalah kesempatan yang baik untuk membawa teman-teman terlibat langsung dalam membersikan sampah, lebih khususnya plastik yang belakangan ini menjadi isu hangat di dunia dan saya senang banyak anak kecil terlibat dalam kegiatan ini,” ujar Joanna.
Yang paling terpenting bagi dia adalah mengembangkan pemahaman terhadap lingkungan kepada anak-anak karena mereka masa depan kita.
“Aksi kali ini menjadi contoh baik bagi-bagi anak-anak, sekiranya mereka terbiasa untuk menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya,” cetus Joanna.
Keterlibatan anak dan remaja dalam WCD 2019 juga terlihat di Siau, pulau utama di Kabupaten Sitaro. Dua di antaranya adalah Abdul Farhan Bilondatu (12) dan Jonathan Gracio Sikome (12), siswa SMPN 1 Ulu yang turut berpartisipasi membersihkan lingkungan di Kelurahan tatahadeng dan kelurahan Tarorane. Keduanya membawa karung untuk menampung sampah.
“Sekolah kami tiap kelasnya mengutus 20 orang siswa, dari total 11 kelas,” aku Farhan.

Farhan dan Jonathan berharap, semoga kegiatan seperti ini dapat membawa Kabupaten Sitaro terkenal di mata dunia melalui kebersihan lingkungan. Mereka berharap terus dilibatkan selaku pelajar yang cinta lingkungan.
Sementara itu Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) melalui Riki Ronald selaku Lurah Tatahadeng, mengapreasi dan mengucapkan banyak terimah kasih kepada semua pihak yang ikut World Clean up Day berskala internasional.
“Kegiatan seperti ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sitaro yang sehat jasmani dan rohani, mencintai lingkungan yang bersi serta memupuk rasa kekeluargaan dan kebersamaan selaku anak Bangsa,” ujar Riki. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo, Albert P. Nalang

Discussion about this post