Sitaro, Barta1.com – Peristiwa kandasnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Lokong Banua di Pulau Pasinge, Tagulandang, menjadi perhatian luas masyarakat, khusus di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Awalnya, KMP Lokong Banua hendak berlayar dari Pelabuhan Bitung dengan tujuan Tagulandang-Siau. Namun tiba-tiba kandas di Pulau Pasige, Minggu (8/9/2019) dinihari pukul 02.15 WITA.
Pelaknya saja proses evakuasi langsung dilakukan oleh KM Simba 1 dan dibantu sebuah kapal pajeko pada pukul 06.30 WITA.
Direktur PD Pelayaran Sitaro, Jerry Manuahe, mengatakan kandasnya KMP Lokong Banua diakibatkan air surut ketika melewati Pulau Pasige menuju Pelabuhan Minanga. Pulau Pasinge dikenal dangkal dan banyak karang.
“Sejauh ini tidak ada kerugian yang dialami KMP Lokong Banua. Kami mengutamakan keselamatan para penumpang. Dalam kapal ada 11 kendaraan truk dan 1 mobil jenis Avansa,” ujarnya.
Dia menjeiaskan, pihaknya akan terus bertahan bersama-sama dengan kru kapal untuk menunggu air pasang sehingga agar bisa berolah gerak. “Kami juga telah berkoordinasi dengan Kapal Permata Prima untuk membantu dan menarik KMP Lokong Banua dari Pulau Pasinge,” bebernya.
Kepala Bagian Operasional PD Pelayaran Sitaro, Johni Mansoara mengatakan peristiwa terjadi pada pukul 02.15 dini hari. “Saat itu juga pihak PD Pelayaran Sitaro langsung mengambil langkah berkoordinasi dengan KM Simba 1 dan kapal ikan pajeko untuk mengevakuasi seluruh penumpang,” ujarnya.
Tepat pukul 03.30 WITA, PD Pelayaran Sitaro melalui Bagian Operasional, termasuk Kepala PD Pelayaran bergerak dari Pelabuhan Siau menuju ke tempat kejadian di Pulau Pasige.
“Dan pukul 05.00 WITA, kurang lebih 100 penumpang baru bisa dievakuasi. Sedangkan 80 penumpang tujuan Siau dievakuasi melalui KM Simba 1. Begitu juga 20 penumpang tujuan Tagulandang di evakuasi dengan kapal ikan pajeko,” kata Johni Mansoara.
Kapten KM Simba 1, Sobjan Mahenkeng, mengatakan setelah dihubungi PD Pelayaran Sitaro mereka pun membantu melakukan evakuasi bagi 80 penumpang. “Pelayanan prima kami berikan dalam perjalanan dari Pulau Pasige menuju pelabuhan Siau, termasuk memperhatikan kondisi dan kebutuhan lainnya,” ujar Fian, panggilan akrabnya.
Peliput: Albert P Nalang

Discussion about this post