Talaud, Barta1.com- Plh Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Adolf Binilang mengatakan, tanaman pisang abaca merupakan salah satu anugerah bagi daerah ini. Pasalnya, jenis tanaman pisang tersebut tidak tumbuh di semua daerah.
“Tidak semua daerah Tuhan anugerahi pisang abaca ini berkembang,” singkat Binilang saat meninjau pengolahan pisang abaca pekan lalu.
Dia mengaku sudah meninjau semua lahan pisang abaca yang kurang lebih 150 hektar dan melihat potensi abaca ternyata punya daya saing kuat, termasuk nilai ekonomi tinggi. Apalagi pemerintah sangat menunjang dalam memberikan bantuan untuk memajukan pengolahan serat pisang abaca.
“Pemerintah juga sudah bersinergi dengan berbagai pihak seperti IPB (Institut Pertanian Bogor) untuk membangun segala sesuatu yang berhubungan dengan pisang abaca,” terang Binilang.
Pisang abaca memiliki varitas yang paten dan sudah dilepas. Sehingga siapapun yang mengembangkan pisang abaca di dunia ini, salah satu varietas yang direkomendasikan untuk dikembangkan adalah yang ada di Talaud ini.
Selain itu, ada lima varitas yang sudah diteliti dan bisa dikembangkan. Di luar kelima varietas ini, kalaupun dia tumbuh dan berkembang, tidak diakui secara keilmuan oleh lembaga-lembaga yang berkompeten.
“Di Sulawesi Utara, kami pernah mengikuti gerakan pengembangan pariwisata tetapi kwalitas di daerah lain tidak seperti yang ada di Talaud,” jelas Binilang.
Dia mengimbau, budidaya dan pengolahan pisang abaca ini terus dikembangkan dengan baik agar memiliki dampak positif, bernilai ekonomis bagi masyarakat
“Potensi dan sumber daya alam ini mari kita kembangkan bersama agar bisa membuahkan hasil yang baik diwaktu yang akan datang,” imbau Binilang. (*)
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post