Dannie tiba-tiba menelpon. Selain ingin mengetahui hasil yang diraih Eksel Runtukahu dan kawan-kawan saat menjamu Mitra Kukar, di Stadion Klabat Manado, Selasa (2/7/2019), dosen salah satu perguruan tinggi di Sulut ini bertanya secara spontan kenapa menggunakan nama Bogor FC Sulut United.
“Kenapa namanya Bogor FC sementara sudah bermain di Manado? Kenapa tidak langsung Sulut United tanpa mengembeli Bogor FC,” begitu pemikiran Dannie, malam itu, tiga jam usai pasukan Herry Kiswanto meraih kemenangan 2-1 atas Mitra Kukar.
Dannie satu dari sekian banyak warga Manado dan Sulawesi Utara yang melayangkan pertanyaan serupa.
Apa dan Bagaimana Bogor FC?
Maret 2019, tim baru promosi dari Liga 3 Indonesia itu hendak melakukan perekrutan yang cukup mengejutkan jelang bergulirnya Liga 2 Indonesia. Tak tanggung-tanggung striker veteran yang pernah membela timnas senior Indonesia, Cristian Gonzales, jadi incaran serius mereka. “Kesepakatan Bogor FC dan Gonzales sebenarnya sudah terjadi sejak dua bulan lalu,” kata CEO Bogor FC, Effendy Syahputra, di Jakarta Jumat (22/3/2019) dilansir VIVA.co.id.
Akan tetapi, dikatakan Effendy, Bogor FC baru melakukan pengumuman sekarang karena ingin memberikan kejutan. Selain itu, Effendy menambahkan, Gonzales telah berlatih bersama tim. “Kami sudah deal sama Gonzales, dia sudah gabung dan latihan dengan tim. Kami harapkan kehadiran Gonzales dapat mengangkat tim,” katanya.
“Dia sebenarnya telah deal sebelum liburan ke Eropa. Sudah lama sepakatnya, tapi kami diam. Dia kami kontrak selama setahun,” ucapnya.
Effendy menambahkan, keputusan Bogor FC mendatangkan Gonzales tak lepas dari pengalaman dan kualitasnya dalam menjebol gawang lawan, meski usianya sudah menginjak 42 tahun.
Bukan hanya itu, eks pemain Persib Bandung, Arema Malang, Persisam Samarinda hingga meloloskan PSS Sleman ke Liga 1 itu dianggap bisa memiliki keberuntungan karena sering membawa klub yang dibelanya menjadi juara. El Loco musim lalu bisa cetak 15 gol, dia masih mematikan di kotak penalti. Di Liga 2 untuk ukuran dia masih mumpuni dan kapasitasnya sebagai legenda, dia memiliki kematangan dan mentalitas juara, jadi semoga tuahnya turut ke Bogor.
CEO Menghilang
Di tengah persiapan berbagai tim Liga 2 yang hendak mentas pada Juni 2019. Kabar tak sedap menyeruak dari tim Bogor FC. Sebab, CEO Bogor FC, Effendi Syahputra, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Effendi menyebut, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai macam persoalan yang terjadi. Salah satunya adalah konflik yang dialami Bogor FC dengan tim lain.
Dijelaskan Effendi, beberapa insiden kerusuhan yang terjadi ketika Bogor FC bermain membuat ia memutuskan untuk mundur dari jabatan yang telah diembannya sejak dua tahun lalu.
“Melihat kerusuhan kemarin, saya jadi sedih. Sampai pada suatu titik, saya berpikir daripada ribut-ribut, lebih baik Bogor FC tidak ada di Bogor,” kata Effendi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (22/3/2019) silam.
“Intinya, per hari ini, saya sudah tidak lagi menjabat sebagai CEO Bogor FC. Kami siap menunggu investor baru supaya mengambil alih Bogor FC ini,” ungkapnya.
Meski telah resmi mundur, Effendi menegaskan, pemain dan jajaran pelatih tidak perlu khawatir. Karena, kata dia, Bogor FC siap menuntaskan semua hak sesuai dengan kontrak yang mereka terima.
“Yang jelas, nasib pemain tidak terbengkalai untuk masalah hak mereka, sambil menunggu investor baru. Ke depan Bogor FC ini akan diserahkan kepada investor baru. Intinya, saya tidak mau lagi sepakbola di Bogor ini terjadi pertumpahan seperti suporter ribut-ribut karena saya,” begitu alasan realistisnya.
Bogor FC Masuk Sulut
Setelah ditinggalkan CEO Effendi Syahputra, nasib Bogor FC tak menentu. Mereka akhirnya berencana untuk pindah markas ke Stadion Klabat, Manado, Sulut.
Stadion kebanggaan Persma Manado ini, rencananya kala itu diverifikasi PSSI pada 17 Juni 2019. Meski sebelumnya telah didatangi pihak PSSI melihat kondisi stadion tersebut. Sebab, Bogor FC akan menggunakan stadion itu untuk mentas Liga 2.
“Sudah sempat ada tim PSSI yang melihat kondisi Stadion Klabat. Rencananya akan datang lagi, dengan melihat kelayakan atau tidak stadion tersebut,” ujar Kadis Pemuda dan Olahraga Sulut, Marcel Sendoh, Selasa (28/5/2019).
Apalagi kata dia, Gubernur Sulut Olly Dondokambey sangat mendukung kalau ada klub sepak bola yang bertarung di Liga Indonesia. “Respon itu kami bergerak cepat, termasuk infrastruktur stadion dibenahi sambil tim mulai berlatih di Lapangan Unsrat Manado,” katanya.
Ia mengatakan, pemilihan Stadion Klabat Manado menjadi markas Bogor FC atas permintaan manajemen klub tersebut. Bahkan, Bogor FC juga bakal berganti nama.
“Kemungkinan, karena sudah bermarkas di Manado, nama klub adalah Bogor FC Sulut United. Kami berharap, dukungan doa masyarakat Sulut, agar ada klub yang bermain di Stadion Klabat lagi mengikuti kompetisi Liga 2 Indonesia,” ujarnya.
Maka muncul nama Akhmad Nursyamsu, konsorsium Bogor FC yang bertransformasi ke Sulut United. Ia mengatakan, tim mulai persiapan di Jakarta. “Iya Selasa hari ini, tim mulai bersiap di Jakarta. Secara detail nanti, akan dicek kesiapan mereka,” katanya.
Sebelum menggunakan nama baru, Bogor FC masih harus melalui mekanisme yang ada di PSSI. “Belum bisa sepenuhnya melebel nama klub Sulut United. Ada mekanisme dan aturan di PSSI. Nanti setahun berlaga, baru bisa pakai nama Sulut United. Sebab masalah nama harus disahkan dalam kongres PSSI yang akan digelar Januari 2020,” tuturnya.
Senada disampaikan Sekretaris Tim, Muhammad Ridho, kala ditemui di sela-sela seleksi pemain lokal Sulut di Lapangan Lantamal VIII Manado. “Nama tim sementara kita ikuti yang diberikan PSSI yaitu Bogor FC Sulut United,” ujarnya.
Kalau pun media lokal lebih suka menyebut nama tim Sulut Unted, Ridho mengatakan, terserah media. “Media punya opini sendiri tidak jadi masalah. Tetapi dari manajemen mengikuti aturan federasi saja,” ujarnya.
Artinya, nama Sulut United secara resmi bisa digunakan setelah diputuskan dalam Kongres PSSI, sehingga sekarang masih berlebel Bogor FC Sulut United. “Tapi kalau ditulis BFC Sulut United itu lebih keren,” kata Ridho lagi.
Penulis : Agustinus Hari




Discussion about this post