Bitung, Barta1.com – Permasalahan sampah menjadi perhatian penting bagi Pemkot Bitung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Sampah dan Limbah B3 BLH Bitung, Feibe Tumbelaka mengatakan jumlah penduduk di Kota Bitung 216,105 jiwa, setiap keluarga dihitung 4 orang per KK, dengan hasil sampah sesuai data 2 kilo perhari. Jika sampah tersebut dikalihkan dengan jumlah penduduk, per harinya mencapai 432,210 Kilo.
“Data produksi sampah dan banyaknya sampah yang terangkut pada tahun 2018, berjumlah 224.110 ton dan yang terangkut 143.080 ton, sisanya diolah kembali Bank Sampah menjadi komposing dan bahan yang bisa didaur kembali,” ujarnya.
Untuk tahun 2019 masi direkap. “Tapi hasilnya pasti tidak berbeda jauh dengan jumlah tahun 2018,” ungkap Feybe.
“Kami sering sosialisasi disetiap kelurahan untuk membuang sampah pada tempatnya serta memberikan pemahaman memilah sampah, organik dan non organik. Tapi kenyataan masih ada yang yang sering membuang sampah bukan pada tempatnya,” tambanya.
Lurah Menembo-Nembo Tengah, Amelia L Ngatung mengungkapkan demi mengurangi pencemaran lingkungan, pihak selalu mengingatkan masyarakat soal menjaga kebersihan baik dalam acara duka maupun suka untuk tidak mengunakan minuman plastik dan mewajibkan masyarakatnya untuk mengunakan tumbler.
“Manembo-nembo itu sendiri ada pengelolaan sampah organik yang diolah menjadi kompos. Setiap sampah masyarakat dikumpul ke pengelolah tersebut, kemudian dijual ke masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat diimbau membuang sampah sesuai dengan aturan berlaku yakni pukul 18.00 WITA sampai 06.00 WITA.
“Bagi pihak kelurahan, baik lurah maupun pala agar terus menerus memmberikan informasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya,” tambah Feibe Tumbelaka.
Penulis: Meikel Eki Pontolondo


Discussion about this post