• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Minggu, Juni 7, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Fokus Opini

Ketika Prof Boetje ‘Mendamaikan’ Dikotomi Modernitas dan Tradisionalitas dalam Sistem Pengobatan

by Agustinus Hari
8 Juni 2019
in Opini
0
Ketika Prof Boetje ‘Mendamaikan’ Dikotomi Modernitas dan Tradisionalitas dalam Sistem Pengobatan

Penulis bersama Prof dr Boetje Herry Moningka DAF, SPFK saat peluncuran dan bedah buku Pengobatan Tradisional Minahasa-Tonsea. (istimewa)

0
SHARES
430
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sovian Lawendatu

Perayaan HUT ke-73 Prof dr Boetje Herry Moningka DAF SPFK yang dihelat siang tadi di lokasi wisata Rendem Hall Tree On Tree, Jumat (07/6/19) Danowudu, Kota Bitung terasa unik.

Maklum, salah satu acaranya adalah Peluncuran dan Bedah Buku berjudul PENGOBATAN TRADISIONAL MINAHASA-TONSEA karya sang farmakolog yang saat ini tercatat sebagai Guru Besar Emiritus pada Fakultas Kedokteran Unsrat Manado yang akrab disapa Prof. Boetje.

Sebagai karya yang digarap dari riset terhadap kearifan lokal, buku ini memang tergolong buku ilmiah pengobatan yang langka di Tanah Air. Itu sebabnya, kehadiran buku dari Tuama kelahiran Lembean, Minahasa (kini Minahasa Utara) ini mendapat apresiasi dari ratusan peserta, termasuk Walikota Bitung Maxmillian Jonas Lomban dan para akademisi serta budayawan.


Dunia kesehatan modern selama berabad-abad telah didominasi oleh pendekatan, metode, dan teknik pengobatan ilmiah yang khas Barat: rasionalistik, empiristik, dan teknologis. Maka kerja perdukunan yang mentradisi dalam kehidupan masyarakat-masyarakat lokal dianggap tahayul. Citra negatif ini kian menjadi dengan adanya pandangan teologi Gereja yang mencap dunia perdukunan sebagai “pekerjaan setan”.

Namun, dikotomi antara modernitas dan tradisionalitas itu telah didamaikan oleh Prof Boetje dalam bukunya yang setebal 86 halaman (inti) ini. Itu jelas kalau kita menyimak pernyataan Prof Dr Peter Euwijk MA PhD, yang dalam acara itu tampil sebagai pembahas. Guru Besar Antropologi Sosial dan Kultural yang bertugas di Universitas Basel (Swiss), dan Universitas Zurich (Swiss) serta Universitas Freiburg (Jerman) ini antara lain menyatakan, “Buat Prof Boetje dua sistim kesehatan ini yaitu sistem modern dan sistim tradisional tidak berarti satu kontradiksi ilmiah dan permusuhan antagonistis, bahkan Prof. Boetje mampu menjembatani dua sistim ini dalam pengertian holistis. Dua pemahaman ini bersama-sama menyembuhkan orang Tonsea. Ada penyakit yang tidak cocok dengan dokter dan semata-mata dengan dukun, ada juga yang cocok sekali dengan dokter atau kedua-duanya cocok.”

Itu berarti, bagi Prof Boetje, sistem pengobatan modern dan sistem pengobatan tradisional ibarat mata kanan dan mata kiri manusia. Maka, manusia yang ingin sehat secara fisik tentu harus memiliki dan menggunakan kedua belah mata itu.

Pembahas lain, Drs Alex Ulaen, sesuai dengan kepakarannya di bidang antropologi kultural, melihat bahwa buku karya Prof. Boetje ini merupakan bukti atau hasil sebuah proses literasi budaya. Maksud Ulaen dengan literasi-budaya adalah kemampuan membaca, memahami dan kemudian menuliskan realita budaya yang secara khusus mengambil wujud pengobatan tradisional, sebuah kearifan leluhur Minahasa-Tonsea.

Dari pembahasan Ulaen itu jelas bahwa dengan bukunya ini Prof. Boetje sesungguhnya telah meneladankan kepada generasi muda tentang pentingnya melakoni secara nyata apa yang disebut dengan “budaya literasi” itu. Keteladanan ini penting karena dewasa ini masyarakat kita, bahkan sebagian dari kita, lebih menyukai “budaya omong”, yang sering bahkan berbobot “kosong”, ya omong kosong-lah, sehingga realitas yang bermakna bagi kehidupan manusia dan masyarakat hilang tak berjejak bagi generasi mendatang.

Prof Boetje sendiri sebagai penulis memaparkan bahwa bukunya ini bermula dari makalahnya yang berjudul “Beberapa Bahan Obat dan Ritus dalam Pengobatan Tradisional Tonsea Minahasa”. Makalah tersebut, begitu kisah suami dari Pendeta (Emiritus) Wiesje Olvien, Tirajoh STh ini, pertama kali dipresentasikan dalam forum Seminar Indonesia Bagian Timur, yang dihelat oleh LEKNAS LIPI pada bulan Juli 1985.

Menurut Penatua Am yang pada tahun 1990-an berperan aktif dalam proses ‘eksperimentasi’ penyusunan liturgi GMIM secara sinodal ini, makalahnya itu ketika itu mendapat sambutan yang sangat mengesankan dari para peserta seminar. Malah, makalahnya itu telah menginspirasi beberapa kandidat doktor dari Swiss dan Jerman, sehingga mereka melakukan penelitian tentang ethnomedicine di Minahasa.

Dalam bentuknya yang sekarang, yakni sebagai buku, karya ilmiah dari Prof. Boetje ini tentulah akan memberi kontribusi bagi upaya perintisan dan pengembangan sistem pengobatan yang berbasiskan kearifan lokal. Selebihnya, buku ilmiah ini niscaya menginspirasikan pembaca semacam saya bahwa warisan budaya leluhur yang mengandung nilai kearifan lokal merupakan anugerah dan rahmat Tuhan. Alhasil, ia patut dilestarikan dan diberdaya-manfaatkan sebagai berkat sorgawi bagi kesejahteraan hidup manusia dan masyarakat.(*)

*Catatan Budaya, Sovian Lawendatu Seputar Acara Peluncuran dan Bedah Buku PENGOBATAN TRADISIONAL MINAHASA-TONSEA karya Prof dr Boetje Herry Moningka DAF, SPFK

Barta1.Com
Tags: Prof dr Boetje Herry MoningkaSovian Lawendatu
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Semangat Gotong Royong Umat Paroki Sta Familia Mangaran

Semangat Gotong Royong Umat Paroki Sta Familia Mangaran

Discussion about this post

Berita Terkini

  • MJB Gelar FGD “Survival Mode”: Menggerakkan Aksi Nyata untuk Lingkungan, Keluarga, dan Pemberdayaan Perempuan 6 Juni 2026
  • Pelabuhan Tahuna Direhabilitasi, Bupati Sangihe Minta Proyek Tepat Mutu dan Tepat Waktu 6 Juni 2026
  • Menolak Punah: Kolaborasi Komunitas di Airmadidi Rayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Lewat Film, Seni dan Diskusi 6 Juni 2026
  • Buntut Penangkapan Lodewyk Pusung, HMI Manado Desak Kejagung Bongkar Jaringan Wakil Kepala BGN di Sulut 5 Juni 2026
  • Tiga Mahasiswa Teknik Elektro Polimdo Raih Medali Emas di Ajang Indonesian Polytechnic English Championship 2026 5 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In