Manado, Barta1.com – Berbuka puasa adalah sebuah aktivitas sunnah yang dianjurkan untuk sesegera mungkin pelaksanaannya dalam berpuasa terutama di bulan Ramadhan dan puasa sunnah lainnya.
Berbuka puasa juga menjadi salah satu momen paling istimewa saat berpuasa di bulan Ramadhan, sehingga kedatangannya selalu disambut dengan sangat meriah oleh semua orang yang berpuasa.
Bukti dari kemeriahan tersebut tidak sedikit dari orang-orang yang menyambut kedatangan waktu buka puasa dengan berkumpul-kumpul, jalan-jalan atau dengan bahasa lain ngabuburit serta melakukan banyak aktivitas lain yang tidak dikerjakan di bulan lain termasuk mencari menu buka puasa diberbagai tempat.
Pusat jajanan dan menu takjil marak ditemui diberbagai tempat di Manado sebagai kota multikultural selama bulan Ramadhan.
Salah satu pusat jajanan takjil yang terkenal terdapat di depan Masjid Nurul Huda, Manado. Masjid yang terletak di sekitaran lapangan sepak bola Kampung Ketang dan Ternate Baru setiap hari ramai dan diserbu warga jelang waktu berbuka puasa.
Dari pantauan Barta1.com, Rabu (8/5/2019) jajanan takjil itu mulai ramai didatangi warga Manado mulai pukul 16.00 WITA.
Takjil yang tersaji pun beragam. Mulai dari kue tradisional, es kelapa muda, kolak kacang ijo, buah segar sampai dengan makanan berat yang bisa dijadikan hidangan saat berbuka puasa.
Farida Kadu (56), salah satu pedagang yang diwawancarai, mengaku telah 10 tahun berjualan. Jika memasuki bulan puasa, ia menjajakan aneka kue basah dan kering. “Yang menjadi jajanan tradisional terfavorit kue lopes dan kue lampu-lampu, roti kukus seperti pangku isi laksa,” katanya.
Dia mengatakan karena lokasinya tepat berada di tepi jalan membuat pengguna jalan mudah untuk mampir membeli jajanan takjil, apalagi harganya cukup terjangkau.
Lanjut Ua Ida sapaan akrabnya, warga yang berminat, sebaiknya tidak terlambat tiba di lokasi untuk memastikan jajanan takjil masih tersedia. “Lebih baik datang sebelum jam 4 sore,” ungkapnya ditemani kerabat dekatnya, Nurjani dan Suratmin.
Peliput : Albert Piterhein Nalang


Discussion about this post