Talaud, Barta1.com — Sidang Tahunan Sinode atau STS Gereja Masehi Injili Talaud (Germita) bergulir Selasa (27/11/2018) di Jemaat Lembong Rintulu Mamahan, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Kepulauan Talaud. Dalam kesempatan itu, ada harapan pemerintah provinsi Sulut pada segenap komponen jemaat.
“Menjadi harapan kiranya segenap komponen Germita dapat terus bersinergi dengan berbagai program dan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulut, antara lain dengan turut mendorong pengembangan sektor pariwisata di daerah ini,” kata Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Sulut, Dr Jetty Pulu, mewakili Gubernur Olly Dondokambey dalam pembukaan STS Germita.
Jetty, juga birokrat perempuan berdarah Talaud, mengajak jemaat Germita terus memacu aliran investasi untuk menumbuh-kembangkan pembangunan di kawasan kepulauan tersebut. Talaud adalah kabupaten perbatasan Indonesia yang bersebelahan dengan Filipina diketahui memiliki segudang potensi untuk terus dikembangkan.
Potensi dimaksud juga tidak terlepas dari industri pariwisata, yang dinilai mampu mendongkrak dunia kepariwisataan Sulut dari posisinya di bibir Pasifik. Menurut Jetty, kemampuan sumber daya di Talaud bisa diandalkan dalam menyukseskan brand pariwisata North Sula We See yang belakangan lagi gencar dipromosikan pemerintah provinsi.
“Brand ini merupakan ajakan kepada masyarakat dunia untuk datang, melihat dan menikmati potensi, keindahan alam serta keberagaman adat istiadat, seni dan budaya Sulawesi Utara,” jelas Jetty.
Terkait pelaksanaan STS Germita ke-18 di Gemeh, dia menyebut komunitas umat ini sangat potensial dan signifikan bagi pelaksanaan tugas bersama, yaitu mewujudkan masyarakat yang damai, adil, makmur sekaligus menjadi problem solver terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi daerah dan bangsa saat ini.
“Masalah dimaksud antara lain pembangunan ekonomi, bencana alam, pelestarian lingkungan,” katanya.
Mewakili gubernur, Jetty mengajak umat Germita senantiasa berdoa dan berharap kiranya Roh Kudus Allah senantiasa menuntun dan memperlengkapi, sehingga STS Germita XVIII ini akan benar-benar menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik.
“Juga merumuskan program kerja yang cerdas, kreatif, inovatif dan solutif dalam kerangka menghantar komponen Germita semakin berkualitas dan kokoh dalam persaudaraan yang rukun dan damai, tetap andalkan Tuhan dalam segala hal,” pesan gubernur.
Kegiatan tahunan itu turut menghadirkan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt Dr Hendrietta Lebang, Ketua Umum Gereja Protestan di Indonesia Pdt Dr Lisye Sumampouw dan politisi Mindo Sianipar. (*)
Penulis: Ady Putong

Discussion about this post