• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Biobriket Bahan Bakar Alternatif Warga Kepulauan

by Ady Putong
18 Oktober 2018
in Daerah, News
0
Biobriket Bahan Bakar Alternatif Warga Kepulauan

Biobriket yang dikembangkan berbahan dasar batok kelapa. (foto: dok istimewa)

0
SHARES
45
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sitaro, Barta1.com — Kelangkaan bahan bakar rumah tangga, plus harganya yang lumayan melangit, kini punya solusi. Masyarakat ditawarkan menggunakan biobriket, bahan bakar alternatif yang mudah didapat dan dikelola.

Biobriket dikembangkan dari tempurung kelapa. Selain harganya lebih murah, bahan bakar jenis satu ini tak kalah misalnya dibanding dengan kerosin atau gas elpiji yang sering digunakan untuk memasak.

“Satu lagi, biobriket menjadi solusi untuk mendongkrak perekonomian petani kelapa,” sebut Al Tadete, pengembang biobriket di Kabupaten Kepulauan Sitaro Kamis (18/10/2018).

Dia berharap kehadiran biobriket di Sitaro akan menggeser ketergantungan masyarakat pada minyak tanah dan elpiji.

“Proses pembuatan briket arang tempurung kelapa sangat mudah apalagi dengan menggunakan mesin briket arang kelapa akan memudahkan kita dalam mengolah tempurung kelapa menjadi briket,” ujar dia.

Briket ternyata menghasilkan panas yang lebih besar jika dibandingkan dengan briket batu bara. Bahan ini juga ramah lingkungan karena tidak menimbulkan asap. Lewat briket tempurung kelapa, Al kini mulai menyasar peluang bisnis dengan pasar yang lebih luas

Peluang itu terbuka karena sejak beberapa tahun lalu ada pebisnis dari Mesir telah menjajaki impor produk briket batok kelapa dari Indonesia untuk kebutuhan pasar di kawasan Timur Tengah.

Kebutuhan per tahunnya dari arang batok kelapa sebesar 12.000 MT atau sejumlah 600-an kontainer 20 feet. (*)

Penulis: Albert P. Nalang

Barta1.Com
Tags: BiobriketBriketkelapaMesirSitaro
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Literasi Keuangan PT Asuransi Sinar Mas Gaet Ribuan Petani Minsel

Literasi Keuangan PT Asuransi Sinar Mas Gaet Ribuan Petani Minsel

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Alarm bagi Pendidikan Vokasi: Teknik Mesin Polimdo Hadapi Krisis Minat dan Regenerasi Dosen 2 Mei 2026
  • Semarak Peringatan 63 Tahun Integrasi Papua di AMN Dipimpin Rektor Unsrat dan Kolonel Jacobus 2 Mei 2026
  • HUT ke-17 IKA Polimdo: Menebar Kepedulian, Menghidupkan Kasih di Setiap Langkah 2 Mei 2026
  • Supriyadi Pangellu: Pak Gubernur, Evaluasi Dulu Kinerja Calon Sekprov! 2 Mei 2026
  • Pemkot Kotamobagu Sebut Perda APBD 2026 Sudah Lolos Evaluasi Gubernur 2 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In