MANADO, BARTA1.COM – Sejak karam pada 2014 lalu di Pelabuhan Manado, pihak terkait belum juga memindahkan KM Bawangunusa. Akibatnya, kondisi kapal yang bagian belakang hingga lambung ini sudah tenggelam, menggangu aktivitas kapal yang lalu lalang di pelabuhan.
“Jujur saja, kondisi KM Bawangunusa yang terus dibiarkan di situ (baca: pelabuhan) sangat menganggu aktivitas yang ada. Pemkab Sangihe sebagai pemilik kapal baiknya memberi perhatian terhadap kapal ex-milik TNI-AL itu,” ujar Jorry dan Jemmy, dua penumpang yang hendak pulang ke Tahuna, Senin (6/8/2018) di Pelabuhan Manado.
Bagi mereka, selain menggangu aktivitas pelabuhan juga mengancam keselamatan penumpang. “Setiap hari ada kapal yang sandar berdekatan atau melewati KM Bawangunusa, kami kira ini sangat menganggu keselamatan penumpang,” beber mereka lagi.
Diketahui, KM Bawangung Nusa yang dilengkapi sistem komputerisasi, kini dibiarkan masuk air laut. Pada sejumlah sisi kapal mulai dirajam karat. Beberapa bagian penting tampak sudah hilang.
Awalnya TNI Angkatan Laut menghibahkan kapal perang eks KRI Karang Unarang-985 ini kepada Pemkab Sangihe, untuk dijadikan sebagai kapal penumpang yang akan melayani masyarakat di pulau-pulau terluar Tahuna-Kahakitan-Tagulandang-Miangas-Marore dan Manado setiap hari.
Setelah dihibahkan kapal tersebut berganti nama menjadi KM Bawangunusa dan tanpa diketahui secara jelas tiba-tiba rusak. Kapal tersebut tidak bisa dioperasikan karena mati mesin sehingga membuat peralatan yang ada di dalam kapal termasuk kemudi tidak bisa dioperasikan.
Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Manado hingga berita ini ditulis belum berhasil dikonfirmasi.
Penulis: Agustinus Hari


Discussion about this post