Manado,Barta1.com – Belum lama ini akademisi sekaligus ketua HAKLI Sulut, Tony Kurtis Timpua, S.Pd, M.Kes dipercayakan menjadi narasumber pada pelatihan pengolahan limbah sisa meubel di Balai Desa Leilem, Sabtu (15/06/2024).
Pelatihan yang melibatkan masyarakat Desa Leilem itu merupakan program desa cerdas dari kementerian desa, yang didukung langsung oleh P3PD (Penguatan Pemerintah dan Pembangunan Desa).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Duta Digital Kabupaten Minahasa, Ilham, S.E, sekaligus kader digital Desa Leilem, Yufiske N. Suwu ini didukung penuh oleh Hukum Tua setempat, yakni Victor M.L Roring.
Di mana juga, Hukum Tua Desa Leilem ikut terlibat bersama masyarakat dalam pelatihan pengolahan limbah sisa meubel ini.

Di tempat, Tony menjelaskan, limbah kayu adalah sisa-sisa kayu atau bagian kayu yang dianggap tidak bernilai ekonomi lagi dalam proses tertentu, pada waktu tertentu dan tempat tertentu mungkin masih bisa dimanfaatkan pada proses dan waktu yang berbeda.
“Potongan-potongan kayu sisa proses produksi kusen, pintu, jendela dan mebel yang sudah tidak dipakai lagi. Pada umumnya terdiri atas sisa gergajian, sisa potongan panjang dan pendek, dan kulit kayu,” jelas akademisi Poltekkes Manado ini, yang saat itu didampingi langsung oleh akademisi dari FMIPA Unima, Dr. Emma Pongoh,MSi, yang melihat pengelolaan sisa meubel ini , apakah rama lingkungan atau tidak.
Ia menambahkan, berdasarkan jenisnya limbah kayu dapat dimanfaatkan kembali dengan nilai estetik, bahkan juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Limbah potongan kayu bisa dibuat papan meja, daun pintu/jendela dengan nilai seni yang menarik,” tuturnya sembari menyebut hal ini yang diajarkan kepada masyarakat di Desa Leilem dan mereka sangat antusias.
Maka dari itu, Tony mengharapkan, pelatihan ini bisa memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat setempat, apalagi mengelola bahan bekas dari sisa pembangunan, seperti meubel dan sebagainya.
Terlihat, Ketua HAKLI Sulut tidak sendiri, ia ditemani akademisi dari Politeknik Negeri Manado, Deitje Sofie Pongoh, S.T, M.Pd.
Bukan itu saja, ada juga para pendamping pada kegiatan tersebut, di antaranya Rina Yuanita Kasenda, M. Teol,Mpd dari Fakultas Psikologi Unima, Natalia A. Malau, SE., MSi dari Fakultas Ekonomi Unima, sedangkan Marven Kasenda. SH. MAp.MH dari Fakultas Hukum Unima.
Untuk Politeknik Negeri Manado sendiri, ada akademisi Maya Munaiseche.SS, M.Hum, Laela worotikan.S.Ag.MPd.I, Leony Ariesta Weno.ST.MT, Muchdar D. Patabo.ST.MT, Julianus G. Daud.ST. MPd, Dr. Betsi Rooroh, MPd, Veny Vita Ponggawa, SST, MT, Donal Noya, SST,MT dan Ir. Samsu Tuwongkesong, MT. (*)
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post