Manado,Barta1.com – Belum lama ini Pemerintah Kabupaten Minahasa, Kecamatan Kawangkoan Utara, Desa Kiawa Dua menjadi tempat pelatihan pembuatan Dekomposer, yang berkaitan dengan pengolahan sampah rumah tangga dan sosialisasi hemat energi listrik, Jumat (24/05/2024).
Pelatihan ini merupakan bagian dari program desa cerdas dari kementerian desa, yang didukung langsung oleh P3PD (Penguatan Pemerintah dan Pembangunan Desa).

Kegiatan ini digagas langsung oleh Duta Digital Kabupaten Minahasa, Ilham,SE serta Kader Digital Desa Kiawa Dua, Gratiano F. Suak, S.IP dengan narasumber Tony Kurtis Timpua, S.pd, M.Kes selaku akademisi dan HAKLI Sulut, yang saat itu didampingi akademisi dari Politeknik Negeri Manado, Deitje Sofie Pongoh, S.T.,M.PD bersama tim.
Ketua HALKI Sulut, Tony Kurtis Timpua, S.pd, M.Kes pada materinya menjelaskan cara pembuatan dekomposer beserta dengan penggunaannya kepada masyarakat, yang ada di Desa Kiawa Dua.

“Dekomposer bagian dari teknologi tepat guna yang mempunyai karakteristik terdesentralisasi, berskala relatif kecil, padat karya, hemat energi, dan berkaitan erat dengan kondisi local,” ungkap Tony sambil tersenyum.
Program yang didukung langsung oleh Hukum Tua Desa Kiawa Dua, Oldy J. Suak, S.IP itu, mendorong akademisi Poltekkes Manado ini, menjelaskan ke masyarakat berkaitan dengan alat dekomposer, yang terbuat dari ember plastik sebagai wadah pengurai sampah organik, khususnya yang mudah membusuk seperti sisa makanan, ikan, sayur, kotoran/tulang ikan, dan teripang ayam dengan memanfaatkan cacing, bakteri dan lava lalat hitam.
“Intinya, dengan pengetahuan ini sekiranya pemerintah dan masyarakat di Desa Kiawa Dua dapat mengelolah sampahnya sendiri, dan itu dimulai dari dalam rumah, agar lingkungan tetap asri,” jelasnya.
Bukan itu saja, melainkan pelatihan kali ini dilengkapi dengan sosialisasi penghematan energi listik dalam pemakaian alat Rumah Tangga, yang diberikan oleh tim dari Politeknik Negeri Manado dan Unima.
“Apa yang kami berikan ini, saling berkesinambungan, apalagi berkaitan dengan aktivitas rumah tangga, baik itu pengolahan sampah maupun pengehamatan energi listrik dalam penggunaan perlengkapan alat rumah tangga,” ucap Sofie Pongoh S.T.,M.PD.
Diketahui para pendamping pada kegiatan, di antaranya Dr. Emma Pongoh,MSi dari Fakultas FMIPA Unima, Rina Yuanita Kasenda, M. Teol,Mpd dari Fakultas Psikologi Unima, Natalia A. Malau, SE., MSi dari Fakultas Ekonomi Unima, sedangkan Marven Kasenda. SH. MAp.MH dari Fakultas Hukum Unima.
Untuk Politeknik Negeri Manado sendiri, ada akademisi Maya Munaiseche.SS, M.Hum, Laela worotikan.S.Ag.MPd.I, Leony Ariesta Weno.ST.MT, Muchdar D. Patabo.ST.MT, Julianus G. Daud.ST. MPd, Dr. Betsi Rooroh, MPd, Veny Vita Ponggawa, SST, MT, Donal Noya, SST,MT dan Ir. Samsu Tuwongkesong, MT. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post