• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, Maret 26, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Target PAD RS ODSK Rp 33 Milyar Sulit Dicapai, Enrico Rawung Tetap Optimis

by Redaksi Barta1
22 September 2022
in News
0
Target PAD RS ODSK Rp 33 Milyar Sulit Dicapai, Enrico Rawung Tetap Optimis

Pembahasan APBD Perubahan tahun 2022 oleh Banggar bersama TPAD Provinsi Sulut. (foto: meikel/barta1)

0
SHARES
118
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Direktur Rumah Sakit Operasi Daerah Selesaikan Kesehatan (ODSK), Enrico Hence Rawung meyakini 3 bulan terkahir bisa mencapai Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 33 milyar.

 

“Sejak kami beroperasi bulan April 2022 ini,  pencapaian yang kami dapatkan sebesar Rp 110 juta dalam sebulan, itu di bulan Mei 2022. Kemudian, kami berusaha meningkatkan kapasitas dengan membutuhkan lebih banyak lagi Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai RS rujukan. Kita mengaktifkan hemodialisa dan mulai berfungsi,” katanya saat pembahasan APBD  Perubahan tahun 2022 dengan Badan Anggar (Banggar) DPRD Sulut  bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Provinsi Sulut, di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Rabu (21/09/2022).

 

Enrico menambahkan, di bulan September PAD sudah mencapai sekitar Rp 1 milyar. “Tentunya, dari September ke Oktober ini kami bisa mencapai target dengan waktu 3 bulan, dengan angka Rp 8 milyar per bulan,” imbuhnya.

 

“Akan tetapi, kami belum memiliki peralatan yang bisa mencapai angka tersebut, kirannya diberikan kesempatan untuk melakukan sewa alat dengan beberapa rumah sakit lainnya, itu akan tetap  kami  laksanakan, dan kami berupaya agar capaian Rp 33 milyar ini tercapai. Kami sangat meyakini jika peralatan yang dibutuhkan bisa ada di Rumah Sakit ODSK, bagi kami target yang diberikan bukan angka yang tidak mungkin dicapai,” terangnya.

 

Anggota Banggar DPRD Sulut, James Tuuk menyampaikan dirinya lebih cenderung rumah sakit yang dimiliki Pemerintah Provinsi Sulut tidak diberikan target PAD, semakin besar target diberikan maka harga rumah sakit pasti semakin naik, karena dokter akan menyesuaikan dengan harga pasien yang datang dengan target yang diberikan.

 

“Ini kan lucu. Contoh kita meminta target PAD sebesar Rp 200 milyar, tidak mungkin ini akan dicapai dengan waktu 3 bulan. Artinya, kita akan berpikir seluruh masyarakat Sulut itu harus sakit agar Rumah Sakit ODSK ini penuh,” ungkapnya.

 

Menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan ini, biarkan Direktur Enrico Rawung bekerja, karena tujuan berdirinya Rumah Sakit ODSK, cuma satu yakni memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. “Bisakah lembaga ini mendesak Gubernur Sulut, bahwa rumah sakit yang dimiliki Pemerintah Provinsi Sulut memberikan penanganan gratis bagi rakyat Sulut. Dari tadi kita hanya berdebat dengan hal yang tidak masuk akal, yang harus dikejar masih Rp 33 milyar dan sebagainya,” tegas anggota DPRD Sulut dapil Bolaang mongondow raya (BMR).

 

Apa yang disampaikan Anggota DPRD Sulut Komisi II ini, ikut ditanggapi Ketua DPRD Sulut, Fransiskus Andi Silangen. “Target untuk rumah sakit itu perlu, orang atau dunia usaha yang bergerak dalam bidang efesien group, apalagi dunia kesehatan kita sudah berpindah dan hampir semua ditanggung oleh BPJS, dan rumah sakit tipe B, C dan A itu akan bertahan,” ungkapnya.

 

“Yang akan saya sentil di sini yakni PAD yang ditargetkan Rp 33 milyar dengan waktu 3 bulan akan sulit dicapai, mungkin ini akan kita evaluasi lagi,” cetusnya. Setelah mendengarkan berbagai tanggapan dari anggota Banggar DPRD Sulut, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Praseno Hadi selaku Ketua TPAD Provinsi Sulut angkat bicara.

 

“Kentutan target sudah dibahas bersama dengan Dinas dan Direktur Rumah Sakit yang ada di Provinsi Sulut,” ujarnya sembari menyebut setiap masukan anggota Banggar sudah dicatat.

 

Peliput : Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Enrico RawungRS ODSK
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Keterangan foto-foto: Suasana pembahasan Ranperda APBD Perubahan 2022 antara eksekutif dan legislatif. (foto: Setwan)

DPRD Sulut Bahas Ranperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2022

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Pemprov Sulut : Transformasi SMK dan 50 Sekolah Direvitalisasi 26 Maret 2026
  • Komunikasi Politik Pejabat ESDM Sulut Soal Tambang Rakyat, Miskin Etika 26 Maret 2026
  • Pemkab Sangihe Gelar Lelang Sarang Walet, Kapitalaung Kalama Soroti Dampak Harga 25 Maret 2026
  • Gubernur Yulius Selvanus Sebut LKPJ 2025 “Outdated 25 Maret 2026
  • DPRD Sulut Bentuk Pansus LKPJ 2025, Komposisi Didominasi PDI Perjuangan 25 Maret 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In