Manado, Barta1.com – Seorang balita jenis kelamin laki-laki asal China di Manado, Sulawesi Utara, diduga terinfeksi virus corona. Kini sang bayi didampingi kedua orangtuanya masih diisolasi di Ruang Irina F Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandou Manado.
Bayi yang masuk karantina sejak Senin 3 Februari 2020 lalu masih dalam pemantauan tim medis. “Kondisi bayi stabil dan mulai membaik. Tidak ada keluhan dan suhu badan normal 36,3 serta batuk mulai membaik juga,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP Prof Kandou Manado, Dr Handry Takasenseran di Manado, Kamis (6/2/2020).
Ia menyebutkan hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari Laboratorium Balitbangkes Jakarta. Mudah-mudahan kata dia bisa cepat dapat hasil laboratorium sehingga dapat kepastian tentang pasien itu. “Sampel yang kami kirim dua tahap pengambilan tapi yang ditunggu sampel pertama dan masih koordinasi apakah harus menunggu sampel kedua sehingga hasilnya sekaligus bisa diketahui. Itu yang masih kami koordinasi,” ujar Handry sembari menambahkan kondisi kedua orang tua bayi juga baik.
Hanya saja, situasi di Ruang Isolasi Irina F RSUP Prof Kandou masih tetap penjagaan ketat, tidak sembarangan orang yang bisa masuk. Hanya dokter dan pegawai khusus yang bisa masuk. “Ini penting karena kami tetap waspada,” paparnya.
Klarifikasi Dinkes Sulut
Sementara itu, Kadis Kesehatan Sulut, Debie KR Kalalo memberikan klarifikasi terkait informasi yang ramai di media sosial bahwa ada WNA itu bersembunyi di Hotel Four Points.
Kemudian diberitakan sakit bersama anaknya dan sementara dirawat di ruang isolasi. Masyarakat kemudian disarankan tidak mendatangi Hotel Four Points dan pusat perbelanjaan Manado Town Square (Mantos).
“Tidak benar mereka dalam status bersembunyi. Mereka adalah wisatawan yang melanjutkan waktu liburan di Sulut dan secara resmi dipantau oleh travel agent yang membawa mereka ke sini,” katanya.
Balita yang sementara diisolasi di RSUP Prof Kandou Manado tiba di Sulut bersama kedua orangtuanya pada 21 Januari 2020. “Tidak benar bahwa satu keluarga sakit. Namun yang mengalami gejala demam adalah balita berumur dua tahun enam bulan yang pada tanggal 30 Januari 2020 dan pada 3 Februari 2020 mengalami gejala batuk pilek namun sekarang sudah membaik dan menunggu hasil laboratorium,” ujarnya.
Oleh indikasi ini, sebut Debie, balita tersebut masuk dalam kriteria pengawasan dan dimasukkan ke ruang isolasi RSUP Prof Kandou Manado. “Karena keberadaan bersangkutan yang masih balita, maka kedua orang tuanya juga harus ikut mendampingi,” katanya.
Debie menambahkan, tidak ada bukti ilmiah bahwa penyakit 2019-nCoV menular lewat sistem pendingin udara sentral karena diperlukan partikel bersin dan batuk yang cukup besar untuk virus bisa bertahan. “Pemanasan oleh sinar matahari akan membuat virus menjadi inaktif,” sebutnya.
Dirinya berharap masyarakat tidak cepat percaya terhadap informasi hoaks dan tidak menyebarkannya tanpa ada klarifikasi. “Jangan percaya berita hoaks,” pungkasnya.
Marketing Comunication Hotel Four Point Manado, Novrico, juga membantah ada wisman China yang bersembunyi karena kena virus Corona. “Di hotel ini masih ada turis China yang nginap tapi mereka semua aman dari virus tersebut. Masyarakat bisa cek langsung,” katanya.
Peliput : Agustinus Hari


Discussion about this post