Manado, Barta1.com – Setelah terpisah dari PT Air Manado tahun 2015, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Manado kembali beroperasi dengan baik dengan wilayah operasional Mapanget hingga Pandu.
“Kemajuan PDAM Manado sudah terlihat sejak tahun 2014 ketika itu mendapatkan aset instalasi pengolahan air (IPA) yang dibangun kementerian hingga mendapatkan konsesi wilayah Mapanget,” ujar Kabag Umum PDAM Manado, Ferry Suawa SST, Senin (21/10/2019).
Dari 11 kecamatan di Kota Manado, ada 1 kecamatan menjadi wilayah PDAM Manado yaitu Mapanget hingga Pandu. Sedangkan sisanya menjadi wilayah PT Air Manado. “Sebenarnya Pandu masih bagian dari PT Air Manado, kemungkinan jangkauan terlalu jauh sehingga jaringan PT Air Manado tidak sampai,” katanya.
Melihat situasi Pandu berdekatan dengan PDAM Manado, tidak butuh waktu lama, pihaknya manjadikan Pandu bagian dari wilayah PDAM Manado, tetapi menggunakan instalansi yang dibangun melalui APBD oleh Dinas PU Manado pada tahun 2017.
Saat ini pemasangan PDAM Manado telah mencapai 2500 pelanggan sedangkan untuk pembayaran per kubik masih mengikuti Peraturan Gubernur (Pergub). “Dikarenakan belum ada Peraturan Walikota (Perwako) jadi per kubik kena Rp 3.860. Untuk kualitas air di PDAM Manado sampai saat ini sesuai standard permen air bersih. Pada intinya tidak berwarna, berbau dan tidak berasa,” ujar Suawa.
Ditanya apakah PDAM bisa pasang didaerah lain selain Wilayah Mapanget hingga Pandu? “PDAM Manado bisa mendapatkan wilayah selain Mapanget hingga Pandu asalkan wilayah tersebut belum dijangkau PT Air Manado,” tuturnya.
PDAM Manado telah membuat layanan air minum di Pulau Bunaken dengan ukuran botol isi ulang dengan harga Rp 2000 per botol. “Dan akan kami buat juga di pulau-pulau lainya yang masih masuk area Kota Mando. Program kita ke depannya menjadikan Perumahan Puri Malalayang, Kima Atas hingga Tamara menjadi wilayah PDAM Manado. Kami sudah menyurat ke Dinas PU Sulut maupun kementerian. Dan hasilnya tinggal menunggu waktu pertemuan dengan Dinas PU Sulut dan pihak-pihak lainya,” tamba dia.
Lanjut Suawa, PDAM Manado menggunakan sistem membran yang bisa mengelola air laut maupun air sungai menjadi air bersih dan siap dipakai. Membran bisa menyaring air ribuan mili mikro sampai kuman hilang dengan kapasitas 2,5 liter per detik dan baik untuk digunakan.
“Kami juga melakukan pengembangan wilayah sampai ringroad 2. Dan itu menjadi permintaan dari Grand Kawanua. Dikarenakan ada 10 ribu rumah yang mereka bangun dan meminta PDAM Manado untuk mendistribusikan air,” ujarnya.
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post