• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Nasional

Sabtu, 15 Daerah di Sulut ikut World Clean Up Day

by Agustinus Hari
19 September 2019
in Nasional
0
Sabtu, 15 Daerah di Sulut ikut World Clean Up Day

World Clean Up Day di Manado tahun 2018 lalu. (foto: istimewa)

0
SHARES
51
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Aksi 13 juta kembali lagi akan digelar diberbagai negara di dunia, termasuk Indonesia sendiri.

Kepedulian terhadap lingkungan diwadahi anak-anak muda yang peduli akan lingkungan melalui gerakan World Clean Up Day (WCD). Gerakan ini sudah kedua kalinya digelar. Sebelumnya pada 15 September 2018.

Untuk tahun 2019 aksi 13 Juta akan dilaksanakan Sabtu 21 September 2019, sejak pagi hari hingga selesai. Berbagai pihak di Indonesia diajak berpartisipasi guna menjaga dan merawat lingkungan tetap bersih dan baik, aman dan kondusif.

Persiapan yang dilakukan pegiat lingkungan yang tergabung dalam WCD Sulut 2019 terbilang luar biasa. Diketahui hampir semua sekolah di Sulut diberikan pemahaman mengenai kepedulian terhadap lingkungan. Dan adapun aksi bersih-bersih yang digelar setiap minggu di daerahnya masing-masing.

Bukan hanya itu, WCD Sulut juga mengelar diskusi guna melihat permasalahan yang ada di Sulut dan mencoba memecahkanya dengan berbagai masukan dari berbagai pemateri yang di undang.

Mentor WCD Sulut, Wahyuningsih Sutrisno menjelaskan ikut bergabung dalam gerakan itu mulai setahun lalu. 15 September 2018 merupakan awal dilaksanakan WCD di Indonesia dan khususnya di Sulut. “Jutaan relawan dengan komitmen menjaga bumi menjadi tempat yang lebih bersih. Hari ini beberapa orang mulai bergabung, sebagian yang lain dengan membawa inisiatif yang terus ditularkan. Menjaga bumi, membersihkannya dari sampah tidak sekedar dengan menyebarkan gambar atau kutipan, lewat media sosial. Tetapi dengan aksi nyata turun langsung, ikut terlibat membersihkan sampah,” ujarnya.

Dia berharap seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah, komunitas, organisasi, kaum muda, mahasiswa, dan siswa ikut terlibat dalam aksi bersih-bersih sampah sedunia. “Di tahun ini WCD akan dilaksanakan Sabtu bertepatan dengan Hari Perdamaian Internasional 2019. Maka dari itu kegiatan WCD tahun ini, mengambil tema ‘Clean Up Peaceful For Indonesia’ akan menjadi momentum persatuan masyarakat Indonesia khususnya Sulut bergotong royong dengan damai,” kata Ayu, sapaan akrabnya.

Lanjut Ayu, kegiatan ini juga merupakan bentuk kampanye untuk mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai. “Sehingga seluruh volunteer/relawan di anjurkan untuk membawa tumbler sendi. Nantinya ada 15 kabupaten/kota ikut bergerak bersama di Sulut,” katanya.

Sejarah WCD di Indonesia

Aksi WCD merupakan iven besar dilakukan serentak di 157 negara. Beberapa negara berpartisipasi antara lain Amerika Serikat, Meksiko, Inggris, Rusia, China, Pakistan, dan banyak lagi. Indonesia tentu tidak ketinggalan berkontribusi dalam event penting ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah sampah plastik yang menjadi isu Internasional.

Penyelenggaraan WCD adalah salah satu pencapaian besar Indonesia dalam mewujudkan penaggulangan masalah sampah. WCD di Indonesia diperkenalkan oleh Let’s Do It Indonesia yang didirikan tahun 2014 dan merupakan jaringan Let’s Do It Word.

Jaringan Let’s Do It Indonesia kemudian merangkul ribuan komunitas yang bahu-membahu mewujudkan kesuksesan event WCD di Indonesia. Indonesia menjadi negara pertama yang memipin aksi WCD terbesar di Dunia.

Peringatan WCD pada 15 September 2018 lalu mengantarkan Indonesia menjadi negara pertama yang memimpin aksi WCD terbesar di dunia. Kalah itu, ada 7.688.332 (7,6 juta) orang yang bertindak sebagai relawan. Jumlah relawan menempati peringkat nomor satu, mengalahkan Pakistan di posisi kedua dan Amerika serikat di posisi ke tiga.

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Wahyuningsih Sutrisnoworld clean up day
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Penyu dan Mola-Mola Ditemukan Mati di Pulau Bangka Minut

Penyu dan Mola-Mola Ditemukan Mati di Pulau Bangka Minut

Discussion about this post

Berita Terkini

  • BNPB ke Bupati Sitaro: Jangan Intervensi Belanja Material! 2 Mei 2026
  • Polisi Fasilitasi Perdamaian Dua Kelompok Pemuda di Kota Bitung 1 Mei 2026
  • Nobar “Pesta Babi” di Manado: Cermin Luka Papua, Alarm bagi Sulawesi Utara 1 Mei 2026
  • Polres Bitung Amankan Pelepasan Jamaah Haji dengan Pelayanan Terbaik 1 Mei 2026
  • May Day 2026, Hengky Honandar: Momentum Perkuat Dialog Tripartit dan Lindungi Hak Buruh 1 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In