Manado, Barta1.com – Aksi 13 juta kembali lagi akan digelar diberbagai negara di dunia, termasuk Indonesia sendiri.
Kepedulian terhadap lingkungan diwadahi anak-anak muda yang peduli akan lingkungan melalui gerakan World Clean Up Day (WCD). Gerakan ini sudah kedua kalinya digelar. Sebelumnya pada 15 September 2018.
Untuk tahun 2019 aksi 13 Juta akan dilaksanakan Sabtu 21 September 2019, sejak pagi hari hingga selesai. Berbagai pihak di Indonesia diajak berpartisipasi guna menjaga dan merawat lingkungan tetap bersih dan baik, aman dan kondusif.
Persiapan yang dilakukan pegiat lingkungan yang tergabung dalam WCD Sulut 2019 terbilang luar biasa. Diketahui hampir semua sekolah di Sulut diberikan pemahaman mengenai kepedulian terhadap lingkungan. Dan adapun aksi bersih-bersih yang digelar setiap minggu di daerahnya masing-masing.
Bukan hanya itu, WCD Sulut juga mengelar diskusi guna melihat permasalahan yang ada di Sulut dan mencoba memecahkanya dengan berbagai masukan dari berbagai pemateri yang di undang.
Mentor WCD Sulut, Wahyuningsih Sutrisno menjelaskan ikut bergabung dalam gerakan itu mulai setahun lalu. 15 September 2018 merupakan awal dilaksanakan WCD di Indonesia dan khususnya di Sulut. “Jutaan relawan dengan komitmen menjaga bumi menjadi tempat yang lebih bersih. Hari ini beberapa orang mulai bergabung, sebagian yang lain dengan membawa inisiatif yang terus ditularkan. Menjaga bumi, membersihkannya dari sampah tidak sekedar dengan menyebarkan gambar atau kutipan, lewat media sosial. Tetapi dengan aksi nyata turun langsung, ikut terlibat membersihkan sampah,” ujarnya.
Dia berharap seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah, komunitas, organisasi, kaum muda, mahasiswa, dan siswa ikut terlibat dalam aksi bersih-bersih sampah sedunia. “Di tahun ini WCD akan dilaksanakan Sabtu bertepatan dengan Hari Perdamaian Internasional 2019. Maka dari itu kegiatan WCD tahun ini, mengambil tema ‘Clean Up Peaceful For Indonesia’ akan menjadi momentum persatuan masyarakat Indonesia khususnya Sulut bergotong royong dengan damai,” kata Ayu, sapaan akrabnya.
Lanjut Ayu, kegiatan ini juga merupakan bentuk kampanye untuk mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai. “Sehingga seluruh volunteer/relawan di anjurkan untuk membawa tumbler sendi. Nantinya ada 15 kabupaten/kota ikut bergerak bersama di Sulut,” katanya.
Sejarah WCD di Indonesia
Aksi WCD merupakan iven besar dilakukan serentak di 157 negara. Beberapa negara berpartisipasi antara lain Amerika Serikat, Meksiko, Inggris, Rusia, China, Pakistan, dan banyak lagi. Indonesia tentu tidak ketinggalan berkontribusi dalam event penting ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah sampah plastik yang menjadi isu Internasional.
Penyelenggaraan WCD adalah salah satu pencapaian besar Indonesia dalam mewujudkan penaggulangan masalah sampah. WCD di Indonesia diperkenalkan oleh Let’s Do It Indonesia yang didirikan tahun 2014 dan merupakan jaringan Let’s Do It Word.
Jaringan Let’s Do It Indonesia kemudian merangkul ribuan komunitas yang bahu-membahu mewujudkan kesuksesan event WCD di Indonesia. Indonesia menjadi negara pertama yang memipin aksi WCD terbesar di Dunia.
Peringatan WCD pada 15 September 2018 lalu mengantarkan Indonesia menjadi negara pertama yang memimpin aksi WCD terbesar di dunia. Kalah itu, ada 7.688.332 (7,6 juta) orang yang bertindak sebagai relawan. Jumlah relawan menempati peringkat nomor satu, mengalahkan Pakistan di posisi kedua dan Amerika serikat di posisi ke tiga.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post