Bitung, Barta1.com — Walikota Bitung Maxmiliaan J Lomban beserta masyarakat menyambut antusias program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105. Program berbasis bakti TNI untuk masyarakat ini akan membuka akses ke sejumlah lokasi yang masih terisolir.
“Beberapa lokasi terisolir nanti akan terbuka lewat pembangunan jalan,” kata Lomban, sesaat setelah upacara pembukaan TMMD oleh Kodim 1310/Bitung,. Pelaksanannya di Stadion Dua Sudara Kelurahan Manembo-nembo Tengah Kecamatan Matuari Bitung, Rabu (10/7/2019) pagi.
Lomban mengatakan pemerintah mengucapkan terimakasih pada Dandrem 131 Santiago atas kegiatan TMMD yang berlokasi di wilayah kerjanya.
“Anggaran diambil dari APBD, tujuannya yang ingin dicapai yaitu manunggalnya TNI dengan rakyat, intinya bagaimana kita membangun krakter dan manunggalnya TNI bersama masyarakat supaya kita benar-benar menjaga NKRI,” ujar Lomban.
150 Prajurit yang akan terlibat dalam TMMD, menurut Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, 110 SSK adalah gabungan TNI AD, AL, AU dan Kepolisian. Sedangkan sisanya 40 orang dirinci 15 dari Dansatgas dan 25 merupakan tim penyuluh dari instansi yang terlibat.
“Untuk pelaksanaanya memakan waktu 30 hari, terhitung dari hari ini, Rabu 10 Juli 2019,” kata Kusnandar.
TMMD di seluruh Indonesia digelar dengan dua sasaran. Pertama pembangunan non fisik berupa penyuluhan-penyuhan dan kegiatan-kegiatan yang dapat membangun karakter masyarakat
“Yang kedua, pembangunan fisik yang melibatkan pemerintah daerah, dalam hal ini pembangunan jalan sesuai dengan aspirasi masyarakat,” jelas Dandrem 131 Santiago, Joseph Robert Giri.
Menurut dia pembangunan fisik ini murni dari anggaran pemerintah daerah, yang disalurkan melalui perangkat-perangkat desa, kecamatan hingga kota.
“Di samping itu kami dari markas besar TNI pusat mendapatkan dukungan dana untuk operasional seperti uang makan dan uang saku bagi setiap prajurit yang akan bertugas. Uang yang didapatkan prajurit nantinya akan diberikan kepada masyarakat yang mereka tinggalkan, untuk biaya kebutuhan sehari-hari,” jelas Joseph.
“Saya mengharapkan setiap keluarga yang ditinggalkan nanti, bisa menjadi keluarga asuh bagi prajurit TNI itu sendiri,” tambah dia. (*)
Penulis: Meikel Pontolondo


Discussion about this post