Manado, Barta1.com – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Utara, Vionita Kuera, memberikan sejumlah masukan kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulut terkait efektivitas program pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), khususnya bagi mereka yang bertugas di wilayah kepulauan.
Hal tersebut disampaikan Vionita saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama enam mitra kerja Komisi IV DPRD Sulut, termasuk BPSDMD, yang berlangsung di Ruang Komisi IV DPRD Provinsi Sulut, Senin (2/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Vionita menyoroti pentingnya pemerataan kesempatan bagi ASN di wilayah kepulauan, seperti Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sitaro, dan Talaud, untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat).
“Ada program pemerataan ASN wilayah kepulauan. Mengingat Sulut memiliki wilayah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sitaro, dan Talaud, bagaimana BPSDMD menjamin ASN yang bertugas di kepulauan mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengikuti pendidikan dan pelatihan?” ungkap Vionita.
Ia pun menyarankan agar BPSDMD menyusun program pengembangan kompetensi yang secara khusus memperhatikan kebutuhan serta kondisi ASN di wilayah kepulauan.
Menurutnya, persoalan transportasi, akomodasi, keterbatasan akses, hingga kondisi alam dan cuaca ekstrem kerap menjadi kendala tersendiri bagi ASN yang hendak mengikuti pelatihan di Kota Manado.
“Mengingat persoalan transportasi, akomodasi, serta keterbatasan akses menjadi tantangan tersendiri. Ada juga tantangan alam atau iklim. Misalnya, jadwal pelatihan sudah ditentukan, tetapi karena cuaca ekstrem mereka tidak bisa hadir. Jika seperti itu, bagaimana nasib mereka? Saya mohon hal ini menjadi pertimbangan dan dapat dipelajari lagi, agar program tersebut juga bisa dinikmati oleh ASN di wilayah kepulauan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Vionita mempertanyakan kemungkinan pelaksanaan Diklat secara langsung di wilayah kabupaten kepulauan maupun melalui metode pembelajaran jarak jauh. Dengan demikian, ASN tidak harus selalu datang ke Kota Manado untuk mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPSDMD Provinsi Sulut, Dr. Franky Alexander Tintingon, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa pelaksanaan pendidikan dan pelatihan saat ini telah menggunakan dua sistem, yakni klasikal dan nonklasikal.
“Secara klasikal kami mengadakan workshop, Bimtek, dan pelatihan secara langsung di PPSTM, sedangkan nonklasikal melalui e-learning,” ungkapnya.
Franky kemudian menjelaskan salah satu inovasi yang telah diluncurkan BPSDMD, yakni aplikasi pembelajaran digital YSK-Victory: Baku Pande YSK-Victory, pada Senin (26/10/2026).
Ia mengatakan, YSK merupakan singkatan dari Your Skill and Knowledge. Aplikasi tersebut diluncurkan untuk menjawab kebutuhan pengembangan kompetensi ASN sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023, yang mewajibkan setiap ASN mengikuti pengembangan kompetensi minimal 20 Jam Pelajaran (JP) setiap tahun.
“Melalui Baku Pande YSK-Victory, sudah terdapat 36 JP. Ada 36 modul pembelajaran yang telah kami luncurkan dan saat ini sudah aktif. Program ini terbuka bukan hanya bagi ASN di lingkungan Pemprov Sulut, tetapi juga ASN kabupaten/kota. Bahkan, kemarin kami mengecek ada peserta dari Makassar yang ikut,” jelasnya.
Menurut Franky, program tersebut merupakan salah satu upaya BPSDMD dalam mendukung manajemen ASN, khususnya untuk memenuhi kewajiban pengembangan kompetensi melalui lembaga pendidikan dan pelatihan yang telah terakreditasi.
Selain pengembangan program pembelajaran digital, ia juga menyampaikan bahwa BPSDMD tengah menghadapi agenda reakreditasi dan visitasi kelembagaan pada tahun 2026. Proses tersebut perlu dilakukan mengingat masa berlaku akreditasi kelembagaan akan segera berakhir.
Tidak hanya akreditasi lembaga, terdapat pula dua program pendidikan dan pelatihan yang harus menjalani proses akreditasi, yakni Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP).
Terkait pemerataan akses bagi ASN di wilayah kepulauan, Franky memastikan bahwa program pembelajaran digital YSK-Victory dapat dimanfaatkan oleh ASN di Sangihe, Sitaro, dan Talaud.
“Terkait pelaksanaan YSK-Victory untuk daerah kepulauan memang masuk, jadi bisa mengikuti. Kami juga tetap bekerja sama dengan DKPSDM yang ada di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Talaud, dan Sangihe, agar pengembangan kompetensi ASN tidak menjadi halangan,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post