Talaud, Barta1.com – Pemuda Sinode GMPU diimbau untuk menggunakan medsos secara bijak agar menjadi saluran berkat bagi sesama, Rabu (24/06/2026).
Pemuda Sinode GMPU diimbau agar menggunakan media sosial sebagai sarana menyampaikan kabar sukacita agar menjadi berkat bagi umat manusia di dunia. Hal ini disampaikan oleh Pdt. Jhounlee Tatuhas, M.Th, pengurus komisi pemuda Sinode GMPU bidang komunikasi sosial.
Saat diwawancarai usai pembukaan Youth Camp pemuda Sinode GMPU yang digelar di perkebunan Marisi, Desa Rainis, ia mengatakan, pemuda Sinode GMPU harus berakar, bertumbuh dan berbuah seperti tema besar dalam 1 periode.
“Pemuda GMPU harus bisa berakar, bertumbuh dan menghasilkan buah kebenaran melalui media sosial,” ujar Tatuhas.
Ia mengatakan, di era digital yang bergerak cepat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, terutama bagi generasi muda.
Namun, di balik kemudahan akses dan komunikasi, kata Tatuhas, tersembunyi tantangan besar, yaitu bagaimana bersikap bijak dan beretika di ruang digital. Apalagi saat ini sedang musim berburu konten viral.

Lebih dari sekadar transfer ilmu, kata dia, kegiatan ini menanamkan kesadaran kritis bahwa setiap unggahan, komentar, dan interaksi di dunia maya membawa konsekuensi, baik sosial maupun hukum.
“Semua pemuda GMPU saat ini menggunakan media sosial. Jangan menjadikan media sosial sebagai pemecah belah persatuan dan persaudaraan sesama anak bangsa,”
Pemuda GMPU ditekankan agar mengerti tentang cara berkomunikasi yang baik di media sosial dan bagaimana menggunakannya secara bertanggung jawab.
“Media sosial ini harus digunakan sebaik mungkin. Media sosial ini harus digunakan secara positif agar menjadi berkat bagi dunia,”
Ia berharap, semua pemuda yang mengikuti youth camp ini bisa menerima dan menyerap semua materi kegiatan. Bahkan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan agar menjadi berkat bagi Talaud, berkat bagi Sangihe dan berkat bagi dunia.
Peliput: Evan Taarae


Discussion about this post