Manado, Barta1.com – Program Studi (Prodi) D-III Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado (Polimdo), menjalani tahapan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka proses akreditasi yang dilaksanakan selama dua hari, Kamis-Jumat (18-19/06/2026).
Asesmen tersebut menghadirkan dua asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Teknik, yakni Dr. Sc. H. Zainal Nur Arifin, Dipl.-Ing. HTL., M.T. dan Dr. Ir. Zulvyah Faisal, S.T., M.T.
Pada hari kedua pelaksanaan asesmen, kedua asesor terlihat mengunjungi sejumlah laboratorium dan fasilitas penunjang sebelum melanjutkan berbagai tahapan penilaian lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Jurusan Teknik Sipil Polimdo, Ir. Trio Pendekar Lonan, S.T., M.T., Sekretaris Jurusan Dr. Sandri Linna Sengkey, S.T., M.T., serta Koordinator Prodi D-III Teknik Sipil, Febriane P. Makalew, S.T., MUDD. Sementara itu, pimpinan Polimdo diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum, Selvie R. Kalele, S.E., M.Si.
Koordinator Prodi D-III Teknik Sipil, Febriane P. Makalew, menjelaskan bahwa proses asesmen mencakup berbagai tahapan, mulai dari pemeriksaan dokumen hingga evaluasi terhadap Unit Pengelola Program Studi (UPPS) di tingkat institusi.
“Selanjutnya dilakukan pemeriksaan di tingkat program studi, verifikasi dokumen, serta konfirmasi kepada alumni. Pada hari kedua ini dilanjutkan dengan kunjungan sarana dan prasarana, baik yang berada di Jurusan Teknik Sipil maupun fasilitas yang mendukung UPPS Polimdo,” ujarnya.
Menurut Febriane, Prodi D-III Teknik Sipil sebelumnya memperoleh akreditasi B. Melalui proses asesmen kali ini, pihaknya berharap dapat meningkatkan status akreditasi menjadi Unggul.
“Kita mengetahui bahwa akreditasi Unggul berlaku selama lima tahun. Sejauh ini seluruh proses mengarah ke sana, dan kami optimistis dapat meraih predikat Unggul,” katanya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Sipil Polimdo, Ir. Trio Pendekar Lonan, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa proses pengajuan dokumen ke LAM Teknik telah dilakukan sejak awal dan melalui tahapan yang cukup panjang.
“Prosesnya cukup panjang hingga akhirnya dapat memasuki tahap asesmen lapangan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa target yang ingin dicapai adalah Akreditasi Unggul dengan masa berlaku lima tahun.
“Ini merupakan harapan besar kami. Apalagi tahun lalu Prodi Jalan dan Jembatan di Jurusan Teknik Sipil telah berhasil meraih akreditasi Unggul,” ujarnya.
Dalam asesmen tersebut, asesor juga melakukan penilaian terhadap Dosen Tetap Program Studi yang berasal dari berbagai program, di antaranya Prodi Jalan dan Jembatan, Konstruksi Bangunan Gedung, Magister Terapan Perawatan Bangunan Gedung, serta D-III Teknik Sipil.
Rangkaian asesmen meliputi verifikasi dokumen, wawancara dengan pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni, hingga pengguna lulusan. Selain itu, laboratorium, bengkel, serta berbagai sarana praktik Teknik Sipil Polimdo turut diperiksa secara langsung.
“Asesmen lapangan ini pada dasarnya merupakan proses pembuktian terhadap dokumen yang telah diajukan,” terang Trio.
Akreditasi yang diberikan oleh LAM Teknik menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas lulusan pendidikan vokasi. Hasil akreditasi juga berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan industri konstruksi serta daya saing lulusan D-III Teknik Sipil Polimdo.
Karena itu, Polimdo terus berkomitmen meningkatkan mutu pembelajaran berbasis praktik agar menghasilkan lulusan yang kompeten, siap kerja, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Utara maupun tingkat nasional.
Di sisi lain, Asesor LAM Teknik, Dr. Sc. H. Zainal Nur Arifin, menjelaskan bahwa setiap perguruan tinggi atau politeknik yang ingin meningkatkan status akreditasinya menjadi Unggul harus mengajukan penilaian melalui LAM Teknik.
“Ketika Prodi D-III Teknik Sipil mengajukan proses akreditasi ini, berarti mereka telah merasa siap untuk dinilai sebagai program studi yang unggul,” katanya.
Menurutnya, tugas asesor adalah memastikan apakah program studi tersebut benar-benar memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan oleh LAM Teknik.
“Itulah tugas kami, melihat dan menilai apakah program studi ini memang layak memperoleh akreditasi Unggul. Ada banyak kriteria yang harus dipenuhi sesuai standar LAM Teknik,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada program studi, tetapi juga mencakup keunggulan UPPS dan institusi secara keseluruhan.
“Keunggulan itu dapat dilihat dari kualitas Unit Pengelola Program Studi, dalam hal ini Polimdo sebagai institusi, serta keunggulan program studinya sendiri. Itu yang kami dalami dalam proses asesmen ini,” ujarnya.
Hasil visitasi, lanjutnya, akan menjadi dasar untuk memastikan apakah keunggulan tersebut benar-benar terwujud baik di tingkat institusi maupun program studi.
“Kalau melihat kondisi Polimdo saat ini, arahnya sudah sangat baik. Banyak prestasi yang dapat dibanggakan. Sementara Prodi D-III Teknik Sipil sendiri sudah cukup matang, memiliki banyak alumni yang bekerja di berbagai sektor, bahkan menduduki posisi pimpinan di sejumlah perusahaan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung proses akreditasi,” tuturnya.
Ia berharap hasil akreditasi nantinya dapat sesuai dengan harapan pihak Polimdo dan Program Studi D-III Teknik Sipil.
“Jika program studi ini berhasil meraih akreditasi Unggul, tentu akan semakin menarik minat calon mahasiswa untuk bergabung,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post