PALU, Barta1.com – Langkah transisi energi menuju ekosistem ramah lingkungan di Indonesia kini mulai digerakkan oleh inovasi generasi muda dari daerah. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Palu berhasil merakit dan mengonversi kendaraan listrik standar industri, sebuah lompatan kompetensi teknologi yang kini dipersiapkan untuk bersaing di panggung nasional.
Keberhasilan ini merupakan buah nyata dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang disalurkan oleh PT PLN (Persero) UP3 Palu delapan bulan lalu.
Program tersebut kini telah bertransformasi secara signifikan, mengubah ruang praktik sekolah menjadi bengkel inovasi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) masa depan di Sulawesi Tengah.
Pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor vokasi ini sejalan dengan target ambisius Pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.
Percepatan adopsi dua juta unit kendaraan listrik roda dua pada tahun mendatang di Tanah Air sangat menuntut ketersediaan mekanik dan tenaga teknis terampil yang mampu melakukan perawatan hingga konversi kendaraan berbahan bakar fosil menjadi listrik.
Menjawab tantangan kebutuhan industri tersebut, PLN melalui program TJSL menyalurkan bantuan komprehensif kepada pihak sekolah.
Bantuan ini mencakup lima paket peralatan konversi motor listrik, lima unit sepeda motor sebagai media praktik, berbagai peralatan laboratorium pendukung, hingga pembiayaan pelatihan ahli secara intensif.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, menyatakan inisiatif ini adalah bukti komitmen perusahaan. Pihaknya tidak hanya berfokus pada keandalan infrastruktur kelistrikan, juga menyiapkan generasi muda menghadapi era transisi energi bersih.
“PLN tidak hanya fokus menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga bertanggung jawab mempersiapkan SDM yang siap bersaing di masa depan. Melalui bantuan sarana konversi motor listrik ini, kami ingin memastikan siswa SMK Negeri 3 Palu tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi aktor utama dan inovator dalam perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah,” tegas Usman.
Lebih lanjut, Usman menambahkan bahwa sinergi berkelanjutan antara dunia industri dan institusi pendidikan vokasi memegang peranan yang sangat vital.
Kolaborasi ini dirancang khusus untuk menciptakan lulusan tenaga kerja teknis yang adaptif, inovatif, dan siap diserap oleh industri teknologi otomotif ramah lingkungan.
Dampak positif dari intervensi industri ini telah mengubah wajah pembelajaran di SMKN 3 Palu secara drastis dalam waktu singkat.
Beragam peralatan modern yang sebelumnya absen dari laboratorium kini digunakan secara optimal setiap hari, memungkinkan siswa meninggalkan metode belajar berbasis teori kertas beralih ke praktik lapangan berstandar industri.
Kepala SMK Negeri 3 Palu, H. Hamka, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan nyata yang telah mendongkrak kualitas pendidikan di sekolahnya.
Ia menilai intervensi PLN menjadi tonggak baru bagi kemajuan sekolah yang memang diplot sebagai salah satu pelopor SMK Pusat Keunggulan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi.
“Program bantuan dari PLN ini sangat bermanfaat bagi SMK Negeri 3 Palu. Kami mendapatkan sejumlah peralatan laboratorium yang belum pernah kami miliki sebelumnya untuk menunjang kegiatan pendidikan. Selain itu, lima unit motor yang diberikan menjadi wadah praktik yang sangat berharga bagi siswa dalam mengasah keterampilan teknis mereka,” ungkap Hamka.
Hamka merinci, kehadiran instruktur ahli memegang peranan kunci dalam akselerasi kemampuan para pelajarnya.
“Dukungan pelatihan dan pendampingan ahli memberikan dampak besar. Kemampuan siswa berkembang jauh lebih cepat karena mereka mendapatkan pengalaman belajar yang nyata, hands-on, dan berbasis kebutuhan industri. Hasilnya kini mulai terlihat; kendaraan listrik yang dikonversi oleh siswa tidak hanya menjadi media belajar, tetapi juga digunakan untuk operasional sekolah, bahkan menjadi modal berharga bagi siswa kami yang tengah bersiap menghadapi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional,” jelas dia. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post