Sangihe, Barta1.com — PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna menyalurkan paket sembako dan santunan tunai kepada Yayasan Anak Lohoraung serta Panti Asuhan Anak Sitti Maryam di Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Rabu (20/05/2026).
Aksi sosial bertajuk “PLN Berbagi Kasih” ini digelar sebagai komitmen nyata perseroan dalam memperkuat jaring pengaman sosial di samping menjalankan tugas utama melistriki wilayah beranda terdepan Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut dihadiri langsung oleh Manager PLN UP3 Tahuna, RM Dimas Adhi Prabowo, beserta jajaran manajemen dan perwakilan karyawan.
Sebanyak 35 anak yatim piatu beserta para pengasuh menerima manfaat dari bantuan pokok ini, yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan harian sekaligus memberikan dorongan motivasi moral yang kuat bagi anak-anak.
Di tengah aksi kepedulian sosial ini, PLN UP3 Tahuna juga terus memperkuat keandalan pasokan energi di Kepulauan Sangihe yang disuplai oleh sistem kelistrikan terisolasi (isolated grid) berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
Penguatan pasokan daya dari sistem kelistrikan interkoneksi lokal ini menjadi vital demi menjaga stabilitas sirkulasi ekonomi, fasilitas publik, dan pemukiman warga di kawasan pulau terluar yang berbatasan langsung dengan jalur laut internasional.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan cerminan nyata dari implementasi nilai kepedulian kemanusiaan PLN.
Menurutnya, menyinari sebuah daerah tidak hanya terbatas pada masalah teknis elektrifikasi jaringan transmisi, melainkan juga menyentuh aspek empati sosial.
“Bagi PLN, menerangi negeri bukan sebatas mengalirkan arus listrik ke rumah-rumah warga, melainkan juga tentang bagaimana kita mampu menyalakan lentera harapan di hati sesama. Kegiatan berbagi kasih di Tahuna ini merupakan bentuk empati mendalam sekaligus komitmen kami untuk terus hadir membawa kebahagiaan dan kesejahteraan material maupun spiritual bagi masyarakat,” ungkap Usman.
Usman menambahkan, PLN UID Suluttenggo secara konsisten mendorong seluruh unit pelaksana di bawah komandonya untuk aktif memetakan dan merespons kebutuhan sosial di lingkungan sekitar.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap gerak pertumbuhan korporasi selaras dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat, mempererat ikatan harmonis, serta menghadirkan energi kebaikan yang inklusif hingga ke wilayah kepulauan.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Tahuna, RM Dimas Adhi Prabowo, menyampaikan bahwa interaksi langsung dengan anak-anak panti asuhan menjadi pengingat pentingnya rasa syukur yang diwujudkan dalam aksi nyata. Ia menekankan bahwa PLN memikul tanggung jawab ganda yang berjalan beriringan demi kemajuan masyarakat Sangihe secara menyeluruh.
“PLN memiliki tanggung jawab besar yang berjalan beriringan. Di satu sisi, kami memastikan keandalan sistem kelistrikan di Kepulauan Sangihe tetap optimal demi kenyamanan masyarakat. Di sisi lain, melalui kegiatan bantuan sosial ini, kami ingin berbagi kebahagiaan serta memberikan dukungan moral yang kuat kepada anak-anak agar mereka tetap percaya diri, tangguh, dan memiliki optimisme tinggi dalam meraih cita-cita di masa depan,” kata Dimas.
Apresiasi tinggi dan rasa haru mendalam disampaikan oleh perwakilan pengurus panti asuhan, Triske Mety Macpal, yang mengungkapkan dampak psikologis positif bagi anak-anak binaannya. Kehadiran langsung manajemen PLN dinilai memberikan dorongan mental yang sangat berharga di samping bantuan fisik pokok yang mereka terima untuk operasional harian.
“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar PLN UP3 Tahuna atas perhatian, kasih, dan bantuan nyata yang diberikan hari ini. Bantuan sembako dan santunan ini sangat berarti bagi operasional kami, namun yang jauh lebih bernilai adalah kehadiran bapak dan ibu dari PLN yang meluangkan waktu untuk datang langsung. Ini membuat anak-anak merasa sangat diperhatikan, disayangi, dan tidak sendiri,” tutur Triske.
Melalui keberlanjutan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang humanis ini, PLN UP3 Tahuna menegaskan visinya untuk terus tumbuh harmonis bersama warga perbatasan. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang tidak hanya menerangi rumah tinggal secara fisik melalui keandalan daya listrik, tetapi juga membangun tatanan sosial ekonomi masyarakat Kepulauan Sangihe yang lebih mandiri dan penuh harapan. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post