Manado, Barta1.com — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) sukses menggelar Sosialisasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) dan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran baru-baru ini.
Kegiatan komprehensif yang berpusat di Aula Klabat Kantor Induk PLN UID Suluttenggo, Manado, ini dirancang secara taktis untuk menguji kesiapsiagaan sekaligus meminimalkan fatalitas risiko bencana di lingkungan kerja korporasi.
Agenda strategis tersebut melibatkan secara aktif seluruh elemen internal perusahaan, mulai dari jajaran manajemen, karyawan, Satuan Pengamanan (Satpam), hingga Tim Tanggap Darurat internal. Melalui keterlibatan menyeluruh ini, pihak PLN berkomitmen menyamakan persepsi tindakan teknis di lapangan agar tidak terjadi kepanikan massal saat menghadapi kondisi darurat atau situasi kahar (force majeure).
Langkah mitigasi risiko kebencanaan ini dinilai sangat krusial mengingat Kantor Induk PLN UID Suluttenggo bertindak sebagai pusat komando dan urat nadi sirkulasi pasokan listrik makro.
Pusat operasional ini bertanggung jawab penuh dalam menjaga kontinuitas serta keandalan distribusi energi listrik bagi jutaan pelanggan rumah tangga, fasilitas publik, hingga sektor industri vital yang tersebar di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa pelaksanaan simulasi ini merupakan perwujudan nyata dari kepatuhan terhadap regulasi industri sekaligus komitmen penuh BUMN dalam mengimplementasikan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Ia mengimbau agar seluruh petugas pengamanan memiliki tingkat refleks yang tajam dalam memitigasi potensi bahaya sekecil apa pun demi keselamatan bersama.
“Melalui sosialisasi dan simulasi tanggap darurat ini, PLN UID Suluttenggo menunjukkan peran aktif dan nyata dalam mendukung sistem penanggulangan bencana yang terintergrasi. Kita tidak boleh lengah. Kesiapsiagaan Satuan Pengamanan serta Tim Tanggap Darurat internal harus terus diasah agar memiliki refleks yang cepat dan tepat,” tegas Usman.
Lebih lanjut, Usman memaparkan agenda periodik ini berfungsi sebagai instrumen evaluasi berkala untuk menguji kelayakan seluruh sarana prasarana proteksi kebakaran yang terpasang di gedung kantor.
Pihak manajemen memastikan bahwa seluruh infrastruktur pengamanan aktif, mulai dari Alat Pemadam Api Ringan (APAR), instalasi jaringan hidran, hingga kejelasan rambu jalur evakuasi darurat telah dipastikan berfungsi optimal 100 persen.
Dalam sesi pembekalan materi, seluruh peserta menerima edukasi teoretis mendalam terkait penguatan kapabilitas internal garda depan perusahaan yang dibawakan oleh Expertis Manajemen Sistem Keamanan, Hiskia Barus.
Pemaparan tersebut mengupas tuntas struktur rantai komando pengamanan di masa darurat, tata kelola manajemen logistik tanggap darurat, hingga fase evaluasi pasca-kejadian guna meminimalkan risiko kerugian material aset negara.
Guna mematangkan aksi praktis di lapangan, PLN UID Suluttenggo berkolaborasi langsung dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Manado. Kegiatan edukasi berbasis taktis dan penyelamatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Damkar Kota Manado, Jimmy Charles Esau Rotinsulu, didampingi oleh Sekretaris Dinas, Glen F. Kowas, untuk membekali personel dengan teknik penjinakan api mula secara presisi.
Puncak kegiatan ditandai dengan simulasi taktis evakuasi mandiri oleh seluruh penghuni gedung menuju titik kumpul (assembly point) sesaat setelah sirine darurat diaktifkan. Bersama kru Damkar Manado, Satuan Pengamanan PLN langsung mempraktikkan pemadaman titik api secara responsif, membuktikan kesiapan total sistem proteksi gedung kantor induk guna menjamin operasional kelistrikan regional tetap berjalan andal, aman, dan terang benderang. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post