Manado, Barta1.com – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Manado menggelar Musyawarah Kota yang berlangsung di Gedung Youth Center, Kawasan Megamas, Manado, Senin (11/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris KONI Manado, Jeffry Talumepa, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado, Bonyx Yusak Saweho, serta perwakilan FPTI Sulawesi Utara, Said Banteng.

Selain itu, musyawarah turut dihadiri oleh perwakilan organisasi Mapala dan KPA yang berdomisili di Kota Manado.

Rangkaian sidang pleno membahas berbagai agenda penting, mulai dari pleno I mengenai kuorum kepesertaan dan tata tertib, pleno II terkait laporan pertanggungjawaban kepengurusan, pleno III penyusunan kriteria bakal calon ketua, hingga pleno IV yang menjadi agenda pemilihan Ketua FPTI Manado periode 2026–2030.
Dalam proses pencalonan ketua, peserta musyawarah hanya mengusulkan satu nama, yakni Donald Sambuaga, yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua FPTI Manado periode 2023–2026.
Dengan hanya satu kandidat yang diusulkan, proses pemilihan pun berlangsung secara aklamasi dan menetapkan Dr. Donald Sambuaga, S.STP., M.Si sebagai Ketua FPTI Manado periode 2026–2030.
Dalam penyampaian visinya, Donald mengungkapkan ketertarikannya terhadap olahraga panjat tebing karena memiliki karakter yang unik dan menantang.
“Bagi saya, jabatan ketua adalah sebuah amanah bersama. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari kita wujudkan tujuan organisasi ini secara bersama-sama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pencapaian tujuan besar tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh elemen organisasi.
“Setelah terbentuknya kepengurusan yang baru ini, saya ingin lebih mengenal teman-teman Mapala maupun KPA agar kita dapat membangun kebersamaan yang lebih kuat,” tuturnya.
Donald juga berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan prestasi yang lebih baik sesuai amanah dari KONI dan FPTI Sulawesi Utara.
“Kita harus mampu menunjukkan prestasi terbaik. Saya memahami masih banyak keterbatasan dalam pengelolaan olahraga ini. Karena itu, pembinaan usia dini harus menjadi perhatian, termasuk persiapan menghadapi berbagai event dan kompetisi yang akan diikuti,” katanya.
Menurutnya, peningkatan sarana dan perlengkapan olahraga juga perlu dilakukan, disertai pembangunan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun dunia usaha.
“Ke depan, saya berharap ada dukungan dari dunia usaha yang peduli terhadap olahraga panjat tebing dan bersedia memberikan support. Yang paling penting adalah kolaborasi. Dengan amanah dan kepercayaan yang diberikan teman-teman, saya akan berusaha membawa kepengurusan FPTI Manado menjadi lebih baik. Saya mohon dukungan dan kerja sama dari semua pihak,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post