Manado, Barta1.com – Mahasiswa tingkat akhir Politeknik Negeri Manado Jurusan Administrasi Bisnis (AB) belum lama ini menggelar bazar market fest yang melibatkan pelaku UMKM. Kegiatan yang berlangsung di halaman Jurusan AB pada Senin (4/05/2026) itu turut menghadirkan berbagai produk unggulan milik owner OM TOAR, Suriana.
Selama dua hari pelaksanaan bazar, Suriana menampilkan beragam produk olahan khas, mulai dari sambal roa, cakalang rica-rica, abon cakalang, hingga lima varian cookies yang menarik perhatian pengunjung.
Kepada Barta1.com, Suriana mengatakan bahwa melalui bazar tersebut, pihaknya mendapat kesempatan untuk lebih mengenal karakter konsumen dari kalangan Generasi Z.
“Kami melihat konsumen saat ini lebih menyukai makanan yang praktis dan mudah dinikmati,” ungkapnya.
Menurut Suriana, salah satu produk yang paling diminati pengunjung adalah bakso. Dari situ, ia dan tim dapat memahami selera pasar, khususnya kebutuhan dan keinginan Generasi Z saat ini.
Sebelumnya juga, Ravael Endry Tamawiwi, mahasiswa semester 8 Program Studi Manajemen Bisnis (MB) 5, selaku ketua panitia penyelenggara Bazar Market Fest menejelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas akhir dalam mata kuliah Business Project. Mahasiswa diminta untuk menyusun Business Plan yang kemudian diwujudkan dalam bentuk bazar.
“Bazar Market Fest ini merupakan bagian dari tugas akhir kami. Kami menyusun business plan secara berkelompok, lalu mengimplementasikannya dalam bentuk bazar,” ungkapnya.
Dalam bazar tersebut, berbagai produk ditawarkan, terutama kebutuhan pokok seperti beras, minyak, gula, dan telur. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia juga menjalin kerja sama dengan sejumlah vendor, termasuk Bulog dan Buah Merpati. Selain itu, UMKM lokal turut dilibatkan untuk meramaikan acara.
” Kami juga bekerja sama dengan pelaku UMKM. Ada sistem bagi hasil sekitar 10 persen dari total penjualan yang didapatkan,” jelas Ravael.
Tak hanya itu, dukungan juga datang dari pihak Indofood yang menyediakan fasilitas stand, terdiri dari tiga stand besar dan dua stand berukuran sedang.
Dalam menjalankan proyek bisnis ini, mahasiswa tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga strategi pemasaran. Mereka memanfaatkan media sosial, menyebarkan brosur, serta melakukan promosi langsung kepada masyarakat.
“Di era digital seperti sekarang, promosi melalui media sosial sangat penting. Selain itu, kami juga menyebarkan brosur dan menginformasikan langsung kepada orang-orang agar menarik minat konsumen,” tambahnya.
Ravael menuturkan bahwa sebelum bazar dilaksanakan, mereka telah melalui tahapan perencanaan dan observasi yang matang. Kegiatan ini menjadi bagian dari metode pembelajaran Project Based Learning (PBL), yang memungkinkan mahasiswa belajar langsung dari pengalaman nyata.
“Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana merencanakan dan menjalankan sebuah bisnis secara langsung, sehingga memahami prosesnya dengan lebih baik,” ujarnya, sembari memperkenalkan dosen pengampu, Laurens Ponggohong, SE., MSi.
Ia pun berharap pengalaman ini dapat mendorong mahasiswa untuk berani membuka usaha sendiri setelah lulus, khususnya di bidang ritel dan logistik yang melibatkan kerja sama dengan berbagai vendor.
Sementara itu, Kevin Keril Pangemanan, M.M., salah satu dosen di Jurusan Administrasi Bisnis Polimdo yang turut hadir sebagai konsumen, menilai mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam kegiatan ini.
“Tujuan dari mata kuliah Business Project adalah agar mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari di kelas ke dalam praktik bisnis nyata,” jelas Kevin.
Menurutnya, mahasiswa juga sudah mulai memahami pentingnya menentukan target konsumen yang tepat, terutama karena produk yang dijual merupakan kebutuhan sehari-hari.
“Dari sisi konsumen, respon yang diberikan sangat positif. Mereka antusias dengan adanya bazar yang menawarkan produk dengan harga terjangkau,” tambahnya.
Kevin berharap pengalaman ini tidak hanya berhenti di lingkungan kampus, tetapi juga menjadi bekal bagi mahasiswa saat terjun ke dunia kerja maupun membangun usaha sendiri di masa depan.
Bazar Market Fest ini turut diramaikan oleh berbagai pelaku UMKM, termasuk Om Toar yang menghadirkan produk abon, camilan, dan bakso. Selain itu, mahasiswa juga menjual beragam produk seperti minuman healthy drink, soto Banjar, nasi ayam, dan masih banyak lagi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan langsung dinamika dunia bisnis, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, sebuah pengalaman berharga yang menjadi langkah awal menuju dunia profesional. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post