Manado, Barta1.com — Haratea, teh alami hasil inovasi mahasiswi Jurusan Administrasi Bisnis (AB) Politeknik Negeri Manado (Polimdo), yakni Kayla Anastasia Chrisanta Sudarto, dengan dibantu kedua temannya Claudia Ong, dan Clara Lembong, yang dipasarkan di halaman Jurusan AB Polimdo, Kamis (7/05/2026).
Ketiga mahasiswi tersebut menghadirkan produk berbahan dasar pisang sepatu yang berfokus pada kesehatan dan gaya hidup alami masyarakat.
Saat ditemui Barta1.com, Kayla menjelaskan bahwa hampir seluruh bagian pohon pisang dapat dimanfaatkan, mulai dari buah, batang, hingga jantung pisang. Namun, daun pisang selama ini sering dianggap limbah yang tidak memiliki nilai guna.
“Saat mendapat kesempatan melakukan penelitian di Desa Tongkaina, saya mendapatkan ide bagaimana memanfaatkan daun pisang menjadi sesuatu yang berguna, agar satu pohon pisang bisa dimanfaatkan secara keseluruhan. Dari situlah lahir teh daun pisang Haratea,” ungkap Kayla sambil tersenyum.
Menurutnya, proses penelitian tidak berlangsung singkat. Bersama para petani di Tongkaina, mereka menjalani riset selama hampir satu tahun.
“Saya mulai meneliti manfaat daun pisang meskipun tidak berasal dari latar belakang farmasi. Tapi itu bukan berarti saya tidak bisa mencoba. Karena rasa ingin tahu, saya belajar sendiri dan juga bekerja sama dengan teman-teman dari Farmasi. Dari mereka saya mengetahui bahwa daun pisang sepatu sangat baik untuk kesehatan dan cocok dijadikan bahan dasar minuman herbal,” jelasnya.
Haratea sendiri disebut memiliki berbagai manfaat, seperti membantu detoks alami, mendukung program diet, melancarkan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung, membantu relaksasi, mengurangi stres, hingga menjaga kesehatan kulit.
Kayla menjelaskan, Haratea hadir dalam beberapa varian rasa. Varian Original Banana Leaf dibuat dari 100 persen daun pisang tanpa campuran bahan lain.
“Varian original ini sangat baik untuk detoks, membantu menjaga tekanan gula darah, dan menyehatkan usus,” ujarnya.
Sementara varian Herbal Cinnamon Clover dipadukan dengan kayu manis dan cengkeh yang bermanfaat untuk menghangatkan tubuh serta membantu sistem pencernaan.
“Untuk teman-teman yang sedang menjalani diet maupun perawatan kulit, varian ini sangat baik,” tambahnya.
Adapun varian Special Blend mengombinasikan berbagai rempah herbal seperti kapulaga, jahe, dan pala, sehingga cocok dinikmati para pecinta minuman herbal, termasuk kalangan ibu rumah tangga.
Kayla menuturkan, penjualan Haratea juga menjadi bagian dari pelaksanaan mata kuliah Project Business dalam penyusunan Business Plan di bawah bimbingan dosen pengampu Lourens Ponggohong, SE., MSi.
Ia menegaskan, Haratea dibuat dari bahan 100 persen alami tanpa pengawet, dengan aroma khas yang menenangkan dan aman dikonsumsi semua usia.
“Sehat alami dimulai dari Haratea. Target pasar kami bukan hanya anak muda, tetapi juga para pecinta herbal dan masyarakat yang peduli kesehatan. Saat ini minat terhadap produk kesehatan alami sangat tinggi, sehingga kami melihat peluang itu,” katanya.
Menariknya, Haratea juga dapat dikreasikan menjadi minuman kekinian dengan campuran susu, yang menurut Kayla memiliki cita rasa mirip milk tea.
“Semua ini melalui proses penelitian yang panjang. Ada banyak tahap percobaan hingga akhirnya menghasilkan rasa yang pas,” tuturnya.
Meski sebagian orang masih merasa heran dengan teh berbahan daun pisang, Kayla mengaku tidak pernah berhenti meyakinkan konsumen untuk mencoba produk herbal lokal tersebut.
“Produk ini pernah diikutsertakan dalam perlombaan PBL dan berhasil meraih juara tiga. Selain dipasarkan di Kampus Polimdo hari ini, sebelumnya Haratea juga pernah dipamerkan di ajang pameran di Mantos,” imbuhnya.
Kayla pun mengaku serius mengembangkan usaha tersebut hingga nantinya memiliki izin resmi dari BPOM.
“Ke depannya kami akan berproses hingga mendapatkan izin BPOM. Saat ini kendalanya masih pada proses perkuliahan karena kami berada di semester akhir,” ujarnya.
“Puji Tuhan, kiranya ke depan Haratea bisa memperoleh izin BPOM,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post