Manado, Barta1.com – Universitas Katolik De La Salle Manado menerima kunjungan istimewa dari Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), pada Selasa (7/04/2026).

Kunjungan ini menjadi momentum penuh syukur, karena bertepatan dengan perayaan Pesta Santo Yohanes Pembaptis de La Salle, pelindung pendidikan Lasallian. Suasana yang sarat makna ini semakin memperkuat semangat pengabdian dalam dunia pendidikan.

Kehadiran Wakil Menteri Kesehatan bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk mempererat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Hal ini juga menjadi bentuk pendampingan nyata dalam upaya pendirian Fakultas Kedokteran di Universitas Katolik De La Salle Manado, sebuah harapan yang telah lama dinantikan.

Dalam arahannya, dr. Benjamin Paulus Octavianus menegaskan pentingnya percepatan pembukaan serta penguatan Fakultas Kedokteran di kawasan Indonesia Timur.
“Langkah ini sangat krusial untuk mengatasi ketimpangan distribusi tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Ia menyoroti bahwa di Sulawesi Utara (Sulut) saat ini baru terdapat satu Fakultas Kedokteran, sehingga inisiatif Universitas Katolik De La Salle Manado diharapkan mampu memperluas akses pendidikan dokter di wilayah ini.

Lebih lanjut, beliau berpesan agar para dokter yang kelak dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan klinis yang mumpuni serta komitmen tulus dalam melayani masyarakat.
“Menjadi dokter, bukan sekadar meraih gelar atau memenuhi aspek administratif, melainkan panggilan untuk mengabdi,” tegasnya.
Sedangkan Rektor Universitas Katolik De La Salle Manado, Dr. Gregorius Hertantwo Dwi Wibowo, S.S., M.Th., menyambut dukungan pemerintah dengan penuh rasa syukur. Dukungan tersebut diwujudkan melalui surat rekomendasi pendirian Fakultas Kedokteran serta kunjungan bersejarah Wakil Menteri Kesehatan ini.
Iamenjelaskan bahwa persiapan pendirian fakultas ini membawa visi besar untuk menghadirkan pendidikan medis yang holistik dan berlandaskan nilai kemanusiaan.
“Saat ini, universitas tengah merintis langkah-langkah strategis dengan mengacu pada arahan kementerian. Fokus utama diarahkan pada pembentukan dokter yang siap mengabdi di wilayah terpencil, serta memiliki kepekaan tinggi terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat tropis, termasuk penanganan tuberkulosis (TBC),” tuturnya.
Melalui kolaborasi dengan berbagai universitas dan rumah sakit mitra, kehadiran fakultas baru ini diharapkan segera terwujud. Harapannya, institusi ini dapat mencetak tenaga medis yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki empati mendalam, sejalan dengan nilai-nilai Religio, Mores, dan Cultura, Iman, Moral, dan Budaya.
Kunjungan ini semakin meneguhkan komitmen Universitas Katolik De La Salle Manado untuk terus bertumbuh dalam pelayanan bagi bangsa, sekaligus memperluas akses kesehatan yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)
Editor: Meikel Pontolondo


Discussion about this post