Manado, Barta1.com – Menandai tiga dekade ikatan persaudaraan, Ikatan Alumni Smantoe ’96 Manado menggelar reuni akbar bertajuk “TORANG BAKU DAPA 2026”, Sabtu (28/03/2026). Momentum 30 tahun kelulusan siswa SMA Negeri 7 Manado angkatan 1996 ini dirayakan secara substansial melalui aksi bakti sosial sebelum berlanjut ke agenda pengukuhan organisasi.
Mengawali rangkaian acara, para alumni mengunjungi Panti Werda Senja Cerah untuk berbagi kasih dengan para penghuni lansia. Kegiatan ini dipilih sebagai bentuk syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui para alumni sejak meninggalkan bangku sekolah tiga puluh tahun silam.
Ketua Panitia Reuni 30 Tahun, Allan Pusung, menjelaskan berbagi dengan sesama merupakan napas utama dari pertemuan kali ini.
“Kami ingin berbagi kasih dengan opa dan oma di panti sembari bercengkrama. Mereka memerlukan perhatian, baik dalam pemenuhan kebutuhan fisik maupun sekadar komunikasi hangat sebagai bentuk kepedulian,” ujar Allan didampingi jajaran panitia, Santi Wuisan dan Banuwati Sukamto.
Aksi kemanusiaan ini pun mendapat apresiasi mendalam dari pihak pengelola panti. Kepala Panti Werda Senja Cerah, Lusje Budiman, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh para alumni SMAN 7 Manado angkatan 96 tersebut.
“Semoga Ikatan Alumni Smantoe ’96 Manado bisa terus menjadi berkat bagi sesama yang membutuhkan, seperti yang kami rasakan saat ini di Panti Werda Senja Cerah,” ungkap Lusje Budiman saat menerima rombongan alumni.
Usai agenda sosial, rombongan bertolak menuju Rumah Alam di kawasan jalan Ring Road Manado untuk melanjutkan acara puncak. Di lokasi ini, suasana keakraban semakin kental dengan adanya agenda makan siang bersama dan berbagai gim kelompok yang diikuti alumni dari dalam maupun luar daerah Sulawesi Utara.
Ketua Ikatan Alumni Smantoe ’96 Manado, Natalia Lengkong, menegaskan bahwa perkumpulan ini bukan sekadar ajang temu kangen lima tahunan. Organisasi ini telah bertransformasi menjadi wadah tolong-menolong yang aktif, mulai dari kedukaan, bantuan bagi alumni yang tertimpa bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, hingga musibah kebakaran.
“Ikatan Alumni Smantoe ’96 ini berjalan dengan sangat baik dan sangat membantu bagi semua alumni. Kami rutin melakukan pertemuan dan evaluasi setiap lima tahun sekali, yang juga dirangkaikan dengan pemilihan pengurus baru untuk memastikan keberlanjutan organisasi,” kata Natalia didampingi sekretaris Edmon Rompas dan bendahara Agustini Mato.
Menutup rangkaian acara, agenda utama pemilihan pengurus periode 2026-2031 dilakukan. Melalui mekanisme aklamasi, seluruh alumni sepakat kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Natalia Lengkong sebagai Ketua, Edmon Rompas sebagai Sekretaris dan Agustini Mato sebagai Bendahara untuk membawa organisasi tetap eksis dan berdampak sosial bagi masyarakat di masa depan. (**)
Editor: Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post