Manado, Barta1.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) memastikan seluruh rangkaian ibadah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan lancar tanpa gangguan kelistrikan. Keberhasilan ini menjadi bukti efektivitas sistem interkoneksi di wilayah Suluttenggo yang tetap kokoh mengawal aktivitas masyarakat mulai dari malam takbiran hingga puncak silaturahmi lebaran.
Stabilitas pasokan energi di beranda utara Sulawesi ini didukung oleh kondisi kelistrikan yang berada pada posisi prima. Berdasarkan data teknis operasional, PLN UID Suluttenggo mencatatkan Total Daya Mampu Pasok mencapai 1.111,61 Megawatt (MW), sementara beban puncak pada momentum lebaran berada di angka 900,78 MW. Hal ini membuat PLN mengantongi cadangan daya (reserve margin) sebesar 210,83 MW yang sangat cukup untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi mendadak.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyatakan keberhasilan menjaga keandalan ini merupakan buah dari perencanaan matang dan dedikasi petugas di lapangan. Menurutnya, fokus utama perusahaan adalah memastikan tidak ada interupsi aliran listrik di objek-objek vital dan pemukiman warga selama hari besar keagamaan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dapat mengawal momen Idul Fitri 1447 H ini dengan kondisi listrik yang andal. Fokus utama kami adalah memastikan masyarakat dapat beribadah dan berkumpul bersama keluarga dengan terang benderang tanpa rasa khawatir. Hingga saat ini, sistem kelistrikan kami berada dalam kondisi surplus yang aman di tiga provinsi,” ungkap Usman dalam keterangan resminya di Manado, belum lama.
Penguatan sistem ini sejalan dengan komitmen nasional untuk menjaga rasio elektrifikasi dan kualitas layanan di wilayah Sulawesi. Sebagai informasi, sistem interkoneksi Sulawesi Bagian Utara (Sulbagut) saat ini terus diperkuat dengan bauran energi baru terbarukan (EBT) dan pembangkit gas yang responsif terhadap fluktuasi beban, sehingga mampu menjaga stabilitas frekuensi dan tegangan di jaringan transmisi maupun distribusi secara optimal.
Meskipun puncak perayaan Idul Fitri telah berlalu, PLN menyatakan tidak akan menurunkan standar kewaspadaan. Masa Siaga Idul Fitri akan terus diberlakukan hingga akhir bulan ini guna menjamin stabilitas energi saat aktivitas ekonomi dan perkantoran mulai kembali normal pasca-libur panjang.
“Sesuai dengan instruksi pusat, masa siaga kelistrikan ini akan terus berlangsung hingga tanggal 31 Maret 2026. Petugas kami tetap berada di posko masing-masing untuk memantau sistem secara real-time dan siap melakukan respons cepat jika terjadi gangguan yang tidak terduga,” tegas Usman menambahkan mengenai kesiapan personilnya.
Dalam operasi pengamanan kali ini, PLN UID Suluttenggo mengerahkan ratusan personel yang tersebar di 34 kabupaten/kota di tiga provinsi. Untuk mempercepat penanganan kendala teknis, PLN menyiagakan 50 posko siaga yang dilengkapi dengan peralatan pendukung serta armada pelayanan teknik yang siap bergerak cepat ke lokasi gangguan dalam hitungan menit.
Secara khusus, PLN memprioritaskan pengamanan listrik pada 50 lokasi strategis yang menjadi pusat konsentrasi massa, terutama masjid-masjid utama di wilayah Suluttenggo. Lokasi-lokasi ini mendapatkan skema pengamanan berlapis (multi-power) untuk menjamin prosesi ibadah tetap berlangsung khidmat meski terjadi gangguan pada salah satu jalur transmisi.
Barta1.Com


Discussion about this post