Tomohon, Barta1.com – Digitalisasi dan elektrifikasi di sektor peternakan terbukti menjadi kunci lonjakan ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Kelompok binaan Pangi Farm di Tomohon, Sulawesi Utara, sukses mencatatkan kenaikan omset hingga jutaan rupiah per bulan setelah mengadopsi teknologi berbasis listrik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero).
Transformasi ini dilakukan melalui modernisasi infrastruktur kandang yang kini dilengkapi sistem pemanas induksi elektrik (electric brooder), pencahayaan otomatis, hingga alat tetas telur berbasis listrik. Bantuan yang disalurkan oleh PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) melalui PLN UP3 Manado ini bertujuan untuk memangkas siklus produksi agar lebih efisien.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyatakan bahwa program ini adalah bagian dari strategi Creating Shared Value (CSV). Menurutnya, kehadiran listrik di tengah masyarakat harus mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang nyata, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
“Kami di PLN tidak hanya fokus pada keandalan pasokan listrik ke rumah-rumah, tetapi juga mendorong electrifying agriculture. Keberhasilan Kelompok Pangi Farm di Tomohon adalah bukti nyata bahwa listrik adalah mesin penggerak ekonomi. Dengan beralih dari metode tradisional ke peralatan berbasis listrik, peternak dapat menekan angka kematian bibit ayam dan mempercepat masa panen,” ungkap Usman dalam keterangan resminya, Senin (30/3/2026).
Usman menekankan efisiensi adalah pilar utama pertumbuhan. Penggunaan lampu pemanas listrik dinilai jauh lebih stabil dan aman dibandingkan pemanas konvensional berbahan bakar minyak atau gas, sehingga kualitas ayam persilangan yang dihasilkan Pangi Farm memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar lokal.
Berdasarkan data nasional PLN terkait program Electrifying Agriculture, penggunaan teknologi listrik di sektor pertanian dan peternakan mampu menghemat biaya operasional hingga 60% dibandingkan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) berbasis bahan bakar fosil. Penghematan biaya energi inilah yang secara langsung terkonversi menjadi tambahan margin keuntungan bagi para peternak di daerah.
Sebelum tersentuh program ini, Pangi Farm kerap menghadapi kendala tingginya biaya pakan serta risiko kematian bibit akibat suhu kandang yang fluktuatif. Namun, sejak implementasi teknologi listrik pada tahun 2025, kapasitas produksi mereka meningkat signifikan berkat kontrol suhu yang lebih presisi.
Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menambahkan pihaknya juga memberikan edukasi manajemen usaha dan pemeliharaan instalasi listrik.
“Kami melihat potensi besar di Tomohon sebagai sentra peternakan. Melalui sistem pencahayaan dan pengatur suhu yang stabil, Kelompok Pangi Farm kini mampu menjaga produksi tetap konsisten meski di cuaca ekstrem sekalipun,” jelas Revi.
Keberhasilan Pangi Farm ini diharapkan menjadi pemantik bagi kelompok tani dan ternak lainnya di Sulawesi Utara untuk segera bermigrasi ke teknologi elektrik. Hingga Maret 2026, PLN terus memperluas jangkauan pemberdayaan ini guna memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan di Bumi Nyiur Melambai. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post