Manado, Barta1.com – Ikatan Ahli Teknik Ketenagalistrikan Indonesia (IATKI) Sulawesi Utara (Sulut), bekerja sama dengan DPC ADAKSI Polimdo, menggelar pelatihan teknisi listrik bagi Jemaat GMIM Betani Sindulang Singkil, Kamis (19/03/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian IATKI Sulut dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di bidang kelistrikan. Pelatihan diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Pdt. Nansy Wensen.

Saat sesi Khotbah pun, Pdt. Nansy menyampaikan rasa syukur atas kehadiran IATKI Sulut yang juga melibatkan para dosen dari Polimdo. Ia menilai kegiatan ini menjadi bagian penting bagi jemaat.

“Kita bersyukur atas kehadiran IATKI Sulut. Ini sangat berarti bagi jemaat GMIM Betani Sindulang Singkil,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti antusiasme peserta, yang tidak hanya didominasi oleh bapak-bapak, tetapi juga diikuti oleh beberapa ibu-ibu yang tertarik mempelajari kelistrikan.

“Tentunya Bapak dan Ibu akan diajarkan oleh para ahli. Mari tekuni dengan baik. Siapa tahu keterampilan ini bisa berkembang, bahkan menjadi peluang usaha baru,” jelasnya.

Menurutnya, para peserta yang hadir merupakan orang-orang terpilih karena pelatihan ini terbuka untuk umum. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir agar memperoleh ilmu yang bermanfaat.
“Ke depan, kita tidak perlu lagi bergantung pada orang lain saat menghadapi masalah listrik di rumah. Kita sendiri sudah mampu memperbaikinya,” tambahnya.
Senada dengan itu, perwakilan BPMJ GMIM Betani Sindulang Singkil, Diaken Kusmiati Tamara, mengungkapkan rasa syukur atas penyelenggaraan pelatihan yang diawali dengan ibadah.
“Kami mengundang jemaat dari kolom 1 hingga 30 untuk bersama-sama mengikuti pelatihan ini. Kegiatan ini sangat baik, terutama bagi para bapak-bapak,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada IATKI Sulut sebagai penyelenggara kegiatan.
“Mewakili Badan Pekerja, kami mengucapkan terima kasih atas pelatihan yang dilaksanakan di jemaat kami,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW IATKI Sulut, Julianus Gesuri Daud, menjelaskan bahwa pelatihan akan berlangsung selama tiga hari. Materi dimulai dari teori dasar kelistrikan, kemudian dilanjutkan dengan praktik lapangan.
“Peserta akan turun langsung ke rumah-rumah untuk menginventarisasi permasalahan kelistrikan, lalu kembali ke ruang pelatihan untuk merumuskan solusi,” tuturnya.
Ia menambahkan, tujuan pelatihan ini adalah membuka wawasan serta meningkatkan keterampilan masyarakat. Bahkan, peserta yang menunjukkan kemampuan baik berpeluang diarahkan ke dunia kerja di bidang kelistrikan.
“Ke depan, peserta juga bisa dilibatkan dalam upaya menjaga keamanan lingkungan, khususnya mencegah kebakaran akibat korsleting listrik,” tambahnya.
Julianus berharap pelatihan ini dapat berjalan dengan lancar hingga selesai.
“Pada hari pertama, terdapat 24 peserta, terdiri dari 85 persen orang tua dan 15 persen anak muda,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga bagian dari kolaborasi, di mana panitianya juga oleh Nixon Mantiri, Nathaniel Bijang, Jedith Papia, Nelson Luppa, Adrian Maidangkai, dan Noudi Sompie, yang juga Dosen Polimdo, serta 4 mahasiswa Teknik Mesin, 1 Teknik Elektro.
Bukan itu saja, hadir pula Ibu dosen dari Jurusan Akuntansi Polimdo, Meike Kesek yang turun mendampingi dalam kegiatan tersebut. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post