Manado, Barta1.com – Dedikasi dan kolaborasi para dosen di Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Manado (Polimdo) membuahkan hasil membanggakan. Riset yang digagas oleh Dr. Winda Sanni Slat, SST., M.Eng bersama akademisi Jurusan Teknik Elektro, Dr. Steven Johny Runtuwene, SST., M.Eng, serta dosen Teknik Mesin lainnya, Priyono, ST., MT, sukses mengubah sampah plastik menjadi produk furnitur fungsional.
Melalui mesin rancangan sendiri, tim ini mengolah limbah plastik menjadi meja dan kursi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga kokoh dan layak pakai. Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa persoalan sampah dapat diatasi dengan sentuhan teknologi dan kreativitas.
Keberhasilan riset ini semakin nyata saat para dosen mendampingi mahasiswa dalam ajang International PBL Expo 2025 yang digelar di Politeknik Negeri Batam. Dalam kompetisi bergengsi tersebut, tim Polimdo memamerkan furnitur berbahan dasar sampah plastik dan berhasil meraih Juara 2—sebuah pencapaian yang membanggakan sekaligus membuktikan kualitas inovasi mereka di kancah internasional.
Apresiasi juga datang dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie. Saat berkunjung ke Kampus Polimdo, ia melihat langsung hasil karya daur ulang tersebut.
“Saat itu juga, Wamen menawarkan agar hasil karya ini dimasukkan ke dalam E-Katalog,” ungkap Winda baru-baru ini.
Tak hanya itu, Stella Christie juga menyarankan agar meja dan kursi hasil daur ulang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas ruang kelas Sekolah Nusantara di Langowan. Bagi Winda, perhatian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri.
“Ini menarik, karya mahasiswa Teknik Mesin diperhatikan Ibu Wamen,” tuturnya.
Kini, inovasi tersebut tidak sekadar menjadi karya pameran. Salah satu ruang kelas di Jurusan Teknik Mesin Polimdo telah menggunakan meja dan kursi yang sepenuhnya berasal dari daur ulang sampah plastik—sebuah langkah nyata menuju kampus yang lebih berkelanjutan dan inspiratif. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post