Jakarta, Barta1.com — Penyelesaian konstruksi fisik sebuah bangunan, baik itu hunian maupun tempat usaha, hanyalah langkah awal. Fungsi sebuah bangunan baru benar-benar “hidup” saat aliran listrik telah tersambung secara resmi.
Untuk mempercepat proses ini tanpa birokrasi yang berbelit, PT PLN (Persero) mengoptimalkan layanan “Pasang Baru Satu Pintu” melalui aplikasi PLN Mobile yang kini menjadi pilar utama transformasi layanan kelistrikan di Indonesia.
Transformasi digital ini bertujuan memangkas jarak antara penyedia jasa dan pelanggan. Masyarakat kini tidak perlu lagi meluangkan waktu untuk mendatangi kantor pelayanan atau menelepon pusat bantuan. Melalui satu genggaman, seluruh tahapan pengajuan hingga aktivasi listrik dapat dilakukan secara mandiri, transparan, dan akuntabel dari lokasi mana saja.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, menegaskan kemudahan ini adalah komitmen perusahaan dalam mendukung geliat pembangunan di masyarakat.
“Penyambungan baru listrik merupakan tahapan penting setelah bangunan selesai secara fisik. Melalui PLN Mobile, masyarakat dapat mengajukan permohonan secara resmi dengan alur yang praktis dan dapat dipantau,” ungkap Gregorius.
Langkah ini sejalan dengan tren digitalisasi layanan publik di Indonesia. Hingga awal tahun 2024, pengguna aplikasi PLN Mobile telah menembus lebih dari 44 juta pengguna dengan rating aplikasi yang tinggi di Play Store dan App Store.
Hal ini menunjukkan kepercayaan publik yang besar terhadap efektivitas sistem digital dibandingkan jalur konvensional yang rawan akan praktik perantara atau calo.
Penerapan sistem digital ini juga menjadi garda terdepan dalam mencegah praktik pungutan liar (pungli) dan ketidakpastian biaya. Gregorius menambahkan, penggunaan kanal resmi akan melindungi pelanggan dari risiko informasi yang menyesatkan.
“Pelanggan terhindar dari biaya di luar ketentuan maupun praktik perantara yang berpotensi merugikan karena seluruh biaya transaksi tertera jelas di aplikasi,” kata dia.
Untuk memulai proses pengajuan, pelanggan cukup mengunduh aplikasi PLN Mobile dan melakukan registrasi akun. Di dalam aplikasi, tersedia menu “Pasang Baru Satu Pintu” di mana pengguna diminta mengisi alamat lengkap lokasi pemasangan serta menentukan detail layanan.
Pelanggan memiliki fleksibilitas penuh untuk memilih daya listrik yang dibutuhkan serta jenis layanan, baik prabayar maupun pascabayar. Salah satu aspek krusial dalam pemasangan baru adalah aspek keamanan melalui Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Nomor Identitas Instalasi (NIDI).
Melalui sistem terintegrasi, jika pelanggan belum memiliki SLO atau NIDI, aplikasi akan mengarahkan mereka untuk memilih Lembaga Inspeksi Teknik (LIT) atau instalatir resmi yang terdaftar di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan secara transparan di wilayah tersebut.
Setelah seluruh data terverifikasi oleh sistem, pelanggan dapat langsung melakukan pembayaran melalui berbagai kanal pembayaran digital yang tersedia di aplikasi. Keunggulan utama dari sistem ini adalah fitur real-time tracking.
Pelanggan dapat memantau setiap progres permohonan melalui menu “Daftar Riwayat” di halaman profil, mulai dari tahap verifikasi hingga petugas datang ke lokasi.
Dengan efisiensi yang ditawarkan, PLN berharap rasio elektrifikasi yang saat ini sudah mencapai 99,78% secara nasional terus diiringi dengan peningkatan kualitas layanan pelanggan.
Gregorius berharap masyarakat semakin teredukasi untuk menggunakan jalur resmi demi keamanan instalasi listrik jangka panjang di bangunan mereka masing-masing. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post