• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Rabu, Mei 27, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Pengamat Sosial: Dugaan Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan Diduga Fenomena Gunung Es

by Meikel Eki Pontolondo
31 Desember 2025
in Edukasi
0
Pengamat Sosial: Dugaan Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan Diduga Fenomena Gunung Es
0
SHARES
84
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com  — Dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan dan berujung pada tragedi kemanusiaan menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Dunia pendidikan dinilai harus segera berbenah agar kembali menjadi ruang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan sosial.

Hal tersebut disampaikan oleh Yurike Makisurat, S.Psi., pengamat sosial kemasyarakatan sekaligus Mahasiswa S2 Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung, dalam pernyataannya kepada Barta1.com, Rabu (31/12/2025).

Ia menegaskan, pihaknya mengecam keras segala bentuk perundungan dan pelecehan seksual kepada siapa pun, terlebih jika terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan etika.

“Pelecehan seksual adalah perilaku menyimpang yang tidak dapat ditolerir dalam kondisi apa pun. Apalagi jika dilakukan oleh pihak yang memiliki relasi kuasa, kepercayaan, dan otoritas seperti tenaga pendidik,” ujarnya.

Menurutnya, kasus yang mencuat ke publik saat ini patut dicermati secara lebih mendalam karena berpotensi hanya menjadi fenomena gunung es. Ia mengkhawatirkan masih banyak korban lain yang memilih diam karena rasa takut, malu, tekanan sosial, atau kekhawatiran akan stigma.

“Kami khawatir sudah ada korban-korban lain ditempat lainnya yang tidak berani bicara. Diamnya korban justru memberi ruang bagi para pelaku untuk terus bersembunyi dan mengulangi perbuatannya,” kata dia.

Ia juga secara khusus mengajak siswi dan mahasiswi yang pernah atau sedang mengalami pelecehan seksual untuk berani bersuara dan melawan segala bentuk tindakan menyimpang tersebut.

“Korban tidak sendiri. Berbicara bukanlah aib. Keberanian untuk bicara adalah langkah awal menuju pemulihan dan keadilan,” tegasnya.

Lebih lanjut, berdasarkan berbagai informasi dan kajian yang dirangkum, ia menyebut kasus pelecehan seksual di dunia pendidikan bukanlah hal baru. Pola yang kerap muncul hampir serupa, yakni memanfaatkan relasi akademik seperti penilaian, ujian, atau evaluasi akademik lainnya.

Karena itu, ia menilai perlu adanya mitigasi serius dari para pengambil kebijakan di dunia pendidikan, salah satunya dengan menutup seluruh celah penyimpangan relasi kuasa.

“Sekolah dan kampus harus memiliki aturan tegas. Setelah proses penilaian selesai, tidak boleh ada komunikasi personal yang membuka peluang perubahan nilai atau relasi tidak profesional antara pendidik dan peserta didik,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya langkah pencegahan internal, termasuk pemberian tes psikologis, evaluasi perilaku, serta sistem pengawasan berkelanjutan bagi tenaga pendidik sebelum dan selama menjalankan tugas mengajar.

Menurutnya, langkah tersebut penting tidak hanya untuk melindungi peserta didik dari trauma psikologis, tetapi juga untuk menjaga marwah dan nama baik institusi pendidikan.

Ia berharap, kasus ini menjadi yang terakhir, dan tidak ada lagi korban yang harus menanggung beban psikologis akibat penyimpangan sosial di lingkungan pendidikan.

Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu melawan segala bentuk penyimpangan sosial, namun tetap dilakukan secara bijak, terukur, dan berkeadaban.

“Perlawanan terhadap penyimpangan sosial harus tetap menjaga nilai kemanusiaan. Jangan sampai kemarahan publik justru melukai pihak-pihak lain, termasuk keluarga yang tidak mengetahui atau terlibat dalam dugaan peristiwa tersebut, karena itu hanya akan menimbulkan persoalan sosial baru,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikanPengamat sosialS.PsiYurike Makisurat
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Apel Kantor Pertanahan Manado dan Tetap Buka Layanan Akhir Tahun 2025

Apel Kantor Pertanahan Manado dan Tetap Buka Layanan Akhir Tahun 2025

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Plt Bupati Heronimus Makainas Serahkan Hewan Kurban Bantuan Presiden dan Pemkab Sitaro 27 Mei 2026
  • Museum Sulut Setelah Batal ‘Dijual’ 27 Mei 2026
  • Gubernur Yulius Selvanus Kebut Pemajuan Kebudayaan, Dari Museum Digital Hingga Perlindungan BPJS 1.000 Seniman 27 Mei 2026
  • Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Satreskrim Polres Kepualaun Talaud Bersosialisasi dan Diskusi Bersama PPNS 27 Mei 2026
  • Menakjubkan, Museum Sulut Pamerkan Artefak Nusa Utara Dari Masa 2 Juta Tahun Lalu 27 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In