Aceh, Barta1.com — Upaya pemulihan sistem kelistrikan di Provinsi Aceh pascabencana banjir bandang dan tanah longsor dipercepat secara masif melalui kolaborasi lintas sektor yang dikoordinasikan oleh pemerintah pusat.
Sinergi antara PT PLN (Persero), Pemerintah Provinsi Aceh, TNI, dan Polri menjadi kunci untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif, dengan fokus utama mengembalikan layanan listrik bagi masyarakat yang terdampak parah sejak bencana melanda.
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, yang turun langsung ke lokasi, menegaskan percepatan pemulihan listrik adalah kebutuhan mendesak, seiring dengan prioritas utama pengiriman bantuan logistik ke wilayah terisolasi.
“Langkah pertama adalah memperkuat mobilitas udara. Semua logistik kita konsentrasikan. Listrik harus segera hidup dalam waktu singkat. Kita akan tambah kekuatan helikopter. Evakuasi darat dan udara harus dipercepat,” ujarnya baru-baru.
Bencana banjir bandang dan longsor telah merusak signifikan sejumlah infrastruktur kelistrikan kritis di Aceh, terutama di wilayah pegunungan dan pesisir. Kerusakan ini menyebabkan terputusnya jalur transmisi utama serta rusaknya puluhan gardu distribusi.
Sebagai gambaran, sebelum bencana, Sistem Kelistrikan Aceh memiliki daya mampu sekitar 500 Mega Watt (MW) dengan beban puncak harian rata-rata di kisaran 400 MW. Dampak terparuknya jaringan telah menyebabkan pemadaman di beberapa kabupaten, yang berujung pada hilangnya pasokan listrik bagi puluhan ribu pelanggan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menanggapi arahan tersebut dengan menginstruksikan pengerahan penuh sumber daya dari seluruh unit PLN di Indonesia. Ia memastikan kolaborasi erat dengan seluruh pihak di lapangan untuk mempercepat recovery.
“Kami mendapat arahan dari Bapak Presiden bahwa seluruh kekuatan PLN harus dikerahkan untuk membantu pemulihan bencana, baik banjir bandang maupun tanah longsor yang terjadi di Aceh. Untuk itu, sesuai arahan Bapak Presiden, kami semua berkolaborasi,” ujar Darmawan.
Dalam upaya pemulihan, PLN berkolaborasi aktif dengan Kodam Iskandar Muda, Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Polda Aceh, dan BPBD Aceh. Kolaborasi ini melibatkan pengiriman material krusial, seperti unit-unit tower emergency, yang harus diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU dari Jakarta menuju Banda Aceh.
Pengangkutan material melalui jalur darat dan laut juga didukung penuh oleh TNI AD dan jajaran Kepolisian, menunjukkan totalitas dukungan multidimensi.
Darmawan Prasodjo secara khusus mengapresiasi bantuan TNI dan Polri yang sangat krusial dalam mengatasi kendala medan berat. Ia menyebutkan, medan yang tidak memungkinkan dicapai jalur darat memaksa penggunaan helikopter untuk mengangkut material tower ke titik instalasi.
“Kami harus menggunakan helikopter untuk membawa material ke lokasi. Ada helipad yang perlu dibuka, dan di sana pasukan dari TNI dan Kepolisian ikut membantu. Kekompakan ini menjadi kekuatan besar dalam percepatan pemulihan,” kata Darmawan.
Dukungan percepatan pemulihan juga datang dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang mengirimkan tim khusus untuk membantu akselerasi penanganan. Mendagri menekankan stabilisasi layanan publik, termasuk listrik.
“Kebutuhan listrik ini sangat krusial. Kami bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan PLN terus mempercepat pemulihan untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera menikmati layanan listrik,” ucap Tito, memperkuat posisi listrik sebagai kebutuhan vital.
Selain fokus pada infrastruktur, PLN bersama instansi lain turut mendirikan posko, dapur umum, dan fasilitas pendukung kemanusiaan. Solidaritas antar instansi ini menjadi kekuatan moral yang besar.
“Seluruh komponen kekuatan Indonesia bergerak bersama. Dengan semangat perjuangan dari tim PLN, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta masyarakat, kami merasakan kekompakan luar biasa,” pungkas Darmawan, mengharapkan Aceh dapat segera pulih sepenuhnya. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post