Tomohon, Barta – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui Jurusan Administrasi Bisnis kembali melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat, kali ini menyasar Kebun Kangkung di Kelurahan Taratara III, Kecamatan Tomohon, Selasa (19/8/2025).

Kegiatan pengabdian ini mengusung tema “Digitalisasi Pemasaran dan Efisiensi Produksi Sayur Kangkung bagi Kelompok Tani Tara-Tara Menuju Pertanian Berbasis Teknologi.”

Ketua Tim Pengabdian Polimdo, Precylia Ribka Rambing, SE., MM, kepada Barta1.com menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk serta mendorong efisiensi produksi melalui penerapan teknologi tepat guna.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan dimulai dengan observasi dan identifikasi masalah.
“Tim melakukan survei lapangan untuk memahami proses budidaya, kendala yang dihadapi, serta peluang digitalisasi,” ujarnya.
Tahapan berikutnya adalah sosialisasi program, yang berfokus pada penjelasan tujuan kegiatan, pentingnya pemasaran digital, serta urgensi efisiensi produksi.
Pelatihan digital marketing kemudian diberikan, mencakup pembuatan akun Facebook bisnis, teknik pengambilan foto produk, penulisan caption menarik, hingga strategi menjangkau pembeli B2B maupun B2C.
“Kami juga memberikan pelatihan manajemen usaha dan keuangan, mulai dari pemisahan dana pribadi dan usaha, pencatatan arus kas sederhana, hingga perhitungan biaya produksi. Selain itu, tim melakukan pendampingan pembuatan konten, seperti pengambilan gambar dan video panen serta penyusunan narasi promosi,” jelas Precylia.
Dalam kegiatan ini, tim pengabdian turut menyalurkan bantuan alat produksi, seperti sepatu boot, rompi boot full set, karung panen, dan tali pengikat kangkung untuk meningkatkan efisiensi kerja. Precylia didampingi oleh para anggota tim, yakni Dr. Nancy Mandey, SE., MSi; Dr. Mikke Marentek, SE., MSi; dan Immanuel C. Pontorondo, SH., MH.
Lebih lanjut, para petani juga diajarkan membuat media sosial resmi, termasuk halaman Facebook “Kangkung Taratara” sebagai saluran pemasaran daring.
“Setelah seluruh tahapan terlaksana, kami melanjutkan dengan evaluasi dan monitoring untuk melihat perkembangan pemasaran, peningkatan efisiensi kerja, dan kendala yang muncul setelah pelatihan,” tambahnya.
Program ini, kata Precylia, memberikan dampak pada peningkatan kapasitas pemasaran digital, penguatan manajemen usaha, efisiensi panen, serta mendorong kemandirian dan dampak sosial bagi kelompok tani.
“Harapan kami, para petani semakin percaya diri mengelola pemasaran digital sesuai ilmu yang diajarkan, mampu mengatur keuangan, menjangkau pasar lebih luas, dan mengelola proses panen dengan lebih baik,” pungkasnya. (*)
Peliput: Mekel Pontolondo


Discussion about this post