Merauke, Barta1.com – Dalam rangka Hari Guru Nasional 2025, PT PLN (Persero) UP2K Papua Selatan menunjukkan kepedulian mendalam terhadap kualitas pendidikan di wilayah terpencil. SD YPPK Teri di Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, menjadi fokus program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terbaru yang secara spesifik menargetkan peningkatan mutu proses belajar mengajar.
Bantuan komprehensif yang diserahkan pada Jumat (28/11/2025) tersebut tidak hanya fokus pada kelistrikan melalui sistem SuperSUN (Pembangkit Listrik Tenaga Surya mandiri), tetapi juga sarana penunjang seperti akses internet Starlink dan perlengkapan belajar esensial, termasuk buku tulis dan buku gambar.
Paket ini bertujuan menjadikan proses pembelajaran di pedalaman Papua lebih interaktif dan modern.
Christin Sirken, salah satu guru di SD YPPK Teri, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan. Ia menyoroti bagaimana pasokan energi stabil dari SuperSUN memungkinkan penggunaan perangkat digital, dan internet Starlink mempermudah kinerjanya dalam mencari referensi dan menyiapkan materi ajar multimedia.
“Program ini sangat bermanfaat sekali untuk kami dalam meningkatkan proses belajar dan mengajar. Saya berharap semoga program ini terus berjalan dan bisa tepat sasaran kepada sekolah-sekolah yang sangat membutuhkan, terutama untuk sekolah-sekolah di pedalaman Papua,” ujar Christin, menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan di wilayah 3T.
General Manager Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, menegaskan bahwa program ini adalah manifestasi komitmen PLN untuk memberdayakan masyarakat terpencil. Menurutnya, bantuan ini adalah upaya memastikan anak-anak Indonesia, termasuk di Kimaam, dapat mengakses pendidikan berkualitas dan meraih masa depan yang lebih cerah.
SD YPPK Teri berada di Distrik Kimaam, wilayah yang secara geografis sangat menantang dan merupakan prioritas dalam peta elektrifikasi nasional. Sebagian besar wilayah Distrik Kimaam masih mengandalkan solusi off-grid seperti PLTS mini karena sulitnya membangun jaringan transmisi konvensional.
Rasio Elektrifikasi Provinsi Papua Selatan yang masih di angka 80,42%, investasi pada SuperSUN adalah cara tercepat untuk membawa listrik ke fasilitas publik terisolasi.
Perubahan nyata terlihat pada siswa. Dengan adanya alat bantu belajar digital baru, materi edukasi yang ditonton melalui proyektor, serta pengalaman belajar menggunakan perangkat baru, para murid dilaporkan sangat antusias dan proses pembelajaran pun menjadi lebih mudah dipahami.
Dengan menghadirkan cahaya dan konektivitas digital, program TJSL PLN ini telah mengubah inovasi teknis menjadi sebuah investasi sosial yang membawa harapan baru.
PLN berharap dapat terus menerangi dan memberdayakan masyarakat terpencil, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda di wilayah 3T Merauke. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post