Banggai, Barta1.com — Festival budaya berskala internasional, “2nd International Festival Lipu Celebes,” yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Teluk Lalong, Kabupaten Banggai, sukses digelar meriah selama lima hari, 11-15 November 2025.
Di balik kelancaran perhelatan yang menampilkan delegasi dari empat negara ini, terdapat peran krusial PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Luwuk yang berhasil memastikan pasokan listrik andal tanpa kedip selama seluruh rangkaian acara.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyampaikan kesuksesan ini merupakan hasil dari persiapan infrastruktur kelistrikan yang matang dan menyeluruh.
“Sejak jauh hari kami sudah memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan dalam kondisi optimal, mulai dari jaringan distribusi, hingga kesiapan personel di lapangan. Festival ini merupakan agenda penting sehingga kehadiran listrik yang andal menjadi prioritas utama kami,” ujar Usman Bangun.
Keandalan pasokan listrik yang dijaga PLN menjadi kunci utama kelancaran festival. Listrik tidak hanya vital untuk menerangi panggung megah yang berlatar tulisan ikonik “TELUK LALONG” tempat delegasi mancanegara; Estonia, Meksiko, Korea Selatan dan Filipina tampil, tetapi juga memastikan operasional maksimal bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ikut meramaikan pasar ekonomi kreatif di sekitar lokasi.
Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, merinci upaya pengamanan pasokan yang dilakukan. Untuk mendukung festival yang berlangsung 5 hari penuh ini, PLN menyiagakan total 9 personel standby yang ditempatkan di empat lokasi strategis.
Rincian penempatan personel mencakup 2 personil di Gardu PLN untuk pemantauan sistem utama, 1 personil di backstage untuk penanganan cepat di area panggung, 2 personil di Genset 20 kW untuk memastikan kesiapan daya cadangan, dan 3 personil di dispatcher PLN untuk koordinasi pusat. Kesiapan ini dirancang untuk mencapai kondisi zero unplanned outage.
Keberadaan genset dengan kapasitas 20 kW (Mega Watt) menegaskan standar operasional tinggi yang diterapkan PLN. Meskipun acara ini merupakan beban tambahan temporer, penyediaan daya cadangan (Genset) merupakan prosedur standar untuk mengisolasi risiko gangguan dan menjamin pasokan tanpa kedip bagi panggung seni dan stan ekonomi kreatif.
Kinerja zero down time selama festival berlangsung menegaskan sinergi yang kuat dan efektif antara PLN dengan Pemerintah Kabupaten Banggai. Keberhasilan ini tidak hanya mendukung kelancaran aspek budaya dan pariwisata, tetapi juga mengoptimalkan perputaran roda ekonomi kreatif lokal.
Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili, menyambut baik sinergi ini, mengingat festival tahun ini menjadi sorotan utama daerah karena berhasil menarik partisipasi internasional dari Estonia, Meksiko, Korea Selatan, dan Filipina, serta partisipasi daerah tetangga seperti Morowali, Buol, Toli-Toli, dan Tojo Una-Una. Keandalan listrik PLN turut menaikkan citra Kabupaten Banggai di mata internasional.
Dengan jaminan pasokan listrik tanpa kedip selama lima hari perhelatan internasional, PLN tidak hanya memenuhi kewajibannya sebagai penyedia energi, tetapi juga berperan sebagai fasilitator kunci bagi kemajuan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Sulawesi Tengah, yang dibuktikan melalui kerja keras 9 personel dan infrastruktur cadangan yang disiapkan.
Ridwan Bogie menegaskan dukungan optimal ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam melayani masyarakat dan mendukung kegiatan strategis daerah.
“Komitmen kami adalah menjaga pasokan selama 5 hari penuh, memastikan panggung seni dan stan ekonomi rakyat dapat beroperasi tanpa kendala. Ini adalah wujud nyata komitmen PLN untuk Rakyat,” tegas dia. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post