Manado, Barta1.com – — Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membantu masyarakat menghadapi tantangan lingkungan permukiman yang kompleks. Melalui Skema Pengabdian Berbasis Masyarakat (PBM) tahun 2025, tim dosen dari Jurusan Teknik Sipil melaksanakan pelatihan bertajuk “Peningkatan Kualitas Lingkungan Permukiman melalui Pelatihan Membangun Rumah Sehat dan Tahan terhadap Bencana Banjir” yang berlangsung di Lingkungan VIII Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Kamis, 21 Agustus 2025.

Tim pengabdian yang diketuai oleh Estrellita V. Y. Waney, ST., MEngMgt dan beranggotakan Josephin Sundah, SST., MT, Ir. Chris Hombokau, MT, serta Novriana A. Pangemanan, SST., MM, merupakan penerima pendanaan internal Polimdo tahun 2025 berdasarkan SK Direktur Polimdo Nomor 644/PL12/KP/2025.

Kegiatan ini didukung penuh oleh Direktur Polimdo Dra. Maryke Alelo, MBA dan dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) di bawah pimpinan Dr. Rilya Rumbayan, ST., M.Eng.
Rumah Sehat, Warga Selamat.
Pelatihan ini menyasar masyarakat Perumahan Poli Indah, yang selama ini menghadapi masalah serius, seperti rumah-rumah kopel berdempetan tanpa ventilasi memadai, kelembaban tinggi yang memicu jamur, hingga sistem drainase yang buruk dan menyebabkan banjir saat musim hujan.
Dalam sesi penyuluhan bertema “Rumah Sehat Bebas Banjir”, hadir sebagai narasumber utama, Dr. Ir. Don Kabo, SST., MT., IPM, yang menyampaikan pentingnya membangun hunian yang tidak hanya layak huni, tapi juga adaptif terhadap risiko bencana.
Kegiatan ini dihadiri oleh warga setempat dan dibuka oleh Kepala Lingkungan VIII, Ibu Arlenda Tuju, yang menyampaikan apresiasi atas perhatian Polimdo.
Diskusi interaktif pun berlangsung hangat, ditandai dengan berbagai pertanyaan dan masukan dari warga.
“Kami sangat berterima kasih dan berharap agar Polimdo juga bisa memberi dorongan kepada pemerintah untuk memperhatikan masalah banjir di kawasan kami,” ujar Rudy Poli, salah satu warga Poli Indah.
Dari Masalah Jadi Solusi.Program PBM ini terdiri dari beberapa tahapan, antara lain: Survei lapangan untuk mengidentifikasi rumah yang bermasalah, Pelatihan teknis tentang konsep rumah sehat, Pengenalan prinsip pembangunan rumah tahan banjir.
Pelatihan ini tidak hanya menyasar masyarakat, tetapi juga melibatkan mahasiswa Teknik Sipil Polimdo, sebagai bagian dari penerapan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Harapan untuk Lingkungan Lebih Baik, melalui PBM ini, tim pengabdian berharap dapat mendorong warga menerapkan prinsip bangunan sehat, meningkatkan kesadaran pengelolaan drainase lingkungan,
mengurangi risiko bencana banjir di masa mendatang.
Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan.
“Pengabdian ini bukan hanya memberi solusi teknis, tapi juga membangun kesadaran kolektif,” tegas Estrellita Waney, ketua tim pelaksana. (*)
Editor : Meikel Pontolondo


Discussion about this post