Kotamobagu, Barta1.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kotamobagu mulai serius menggarap agenda politik internal menjelang Musyawarah Daerah (Musda) tingkat provinsi. Arah konsolidasi ini menjadi sorotan utama, sebab hasil Musda Sulut akan menentukan strategi partai di daerah, termasuk siapa yang bakal didorong maju sebagai ketua DPD II Golkar Kotamobagu.
Sekretaris DPD II Partai Golkar Kotamobagu, Herdy Korompot, menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil sikap sebelum forum Musda Provinsi digelar.
“Kita tidak bisa mengambil sikap sebelum Musda Provinsi digelar. Setelah keputusan provinsi ada, barulah kita menentukan arah, termasuk soal pencalonan kader,” jelasnya usai rapat pleno di Cafe Kusu-Kusu, Kelurahan Kotobangon, Jumat (26/09/2025).
Lebih lanjut, ia menyebut Partai Golkar tetap memberi ruang bagi siapa pun yang ingin mencalonkan diri, baik kader aktif maupun tokoh eksternal, selama sesuai mekanisme organisasi.
“Golkar adalah partai terbuka. Banyak kader yang siap mencalonkan diri, bahkan dari luar pengurus pun ada. Semua akan diproses sesuai juklak dan aturan partai,” tegas Herdy.
Sembari menanti dinamika Musda, DPD II Golkar Kotamobagu juga tengah menyiapkan kegiatan eksternal. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar akan diwarnai dengan aksi sosial berupa pembagian sembako. Program tersebut mendapat dukungan langsung dari Ketua DPD I Partai Golkar Sulut, Christiany Eugenia Tetty Paruntu.
Selain itu, Golkar Kotamobagu telah membentuk panitia pelaksana untuk menggelar pendidikan politik yang dijadwalkan pada akhir pekan. Agenda ini dipandang penting sebagai upaya memperkuat kapasitas kader dan mempertegas pengabdian partai kepada masyarakat.
“Panitia sudah terbentuk dan akan menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan. Pendidikan politik ini bagian dari penguatan kader sekaligus pengabdian Golkar kepada masyarakat,” pungkas Herdy.
Dengan demikian, peringatan HUT Golkar ke-61 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan juga momentum bagi Golkar Kotamobagu untuk menguatkan konsolidasi politik di tengah dinamika internal menjelang Musda. (*)
Peliput:
Angga Rashid


Discussion about this post