• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Mei 3, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Politik

Nyaris Dua Tahun Tak Digubris Ketua DPRD Sulut, Begini Jeritan Petani Kalasey II

by Meikel Eki Pontolondo
25 September 2025
in Politik
0
Saat masyarakat melakukan demostrasi di DPRD Sulut. (foto: istimewa)

Saat masyarakat melakukan demostrasi di DPRD Sulut. (foto: istimewa)

0
SHARES
73
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Salah satu perwakilan masyarakat Kalasey II, Kabupaten Minahasa, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi I, Rabu (24/09/2025).

Saat masyarakat melakukan RDP bersama anggota DPRD Sulut.. (foto: meikel/barta).

Yerri Lukas, warga Kalasey II, saat diberikan kesempatan menyampaikan pendapatnya, menyoroti persoalan yang belum juga terselesaikan di desa mereka.

“Sebetulnya kami sudah bosan. Kami malas kembali ke sini karena rasanya percuma. Tidak ada tanggapan,” ungkap Yerri dengan nada kecewa.

Ia kemudian menyinggung permohonan rekomendasi yang diajukan pada 22 Desember 2023.

“Pak Raski, apakah masih ingat permohonan rekomendasi tanggal 22 Desember 2023? Surat itu masih kami pegang. Hingga hari ini, tidak ada tindak lanjut. Sampai saya berpikir, rekomendasi dari Dewan ini hanya sekadar surat, padahal seharusnya bisa jadi pemicu tindakan. Bahkan surat panggilan Pala (Kepala Lingkungan) saja bisa membuat orang datang, tapi ini sudah hampir dua tahun tanpa respon,” lanjutnya.

Menurut Yerri, masyarakat merasa telah dirugikan dalam empat hal penting, bahkan menyebut telah “dibantai” oleh aparat kepolisian.

“Benar, di sini ada oma-oma yang sampai harus dirawat di rumah sakit karena terkena tembakan gas air mata. Mereka hanya mempertahankan haknya. Dan sekarang? Ini sudah terjadi,” tuturnya lirih.

Yerri menegaskan bahwa masyarakat telah berjuang melalui jalur yang benar, salah satunya melalui RDP, bahkan sejak ketua Komisi I yang lama masih menjabat.

“Kenapa tadi saya berteriak, ‘mana Ketua Dewan?’ Kami bersyukur saat itu Pak Raski langsung merespon dan membuat usulan dengan empat poin kepada pimpinan untuk mendesak penyelesaian di Kalasey. Tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan. Kalau memang Ketua Dewan tidak mau, sampaikan saja, supaya kami tahu harus menempuh jalur desakan seperti apa,” tegasnya.

Yerri juga mengingatkan DPRD untuk lebih berpihak kepada petani, yang selama masa pandemi menjadi penyelamat kehidupan masyarakat.

“Kami paham, banyak masalah dihadapi DPRD, hampir tiap hari ada demo. Tapi dalam konteks program Presiden terkait swasembada pangan, pikirkan juga kondisi petani. Saat COVID-19, yang menyelamatkan kita adalah hasil pertanian. Semua sektor berhenti, tapi kalau tidak bertani, kita tidak makan. Bahkan Bapak-Ibu Dewan pun bisa bertahan karena hasil petani,” tandasnya.

Ia juga mengkritisi sistem elit politik di negeri ini yang menurutnya dipenuhi “tai minyak”.

“Setidaknya, berikan sebagian kecil upaya nyata dari para wakil rakyat. Memang Dewan bukan pengambil kebijakan langsung, tapi Dewan bisa dan harus mendesak pemerintah untuk bertindak,” katanya.

Yerri pun memperingatkan agar DPRD tidak hanya menjadi kepanjangan tangan eksekutif.

“Jangan sampai legislatif ini malah bersatu dengan eksekutif. Biarkan rakyat melihat dan mengawasi. Kami ingin Dewan berfungsi sebagaimana mestinya, sebagai pengawas dan pengontrol. Bahaya jika legislatif justru bekerja sama secara tidak sehat dengan eksekutif,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyayangkan mandeknya rekomendasi dari Komisi I, terutama terkait persoalan penggusuran dan sertifikat tanah.

“Rekomendasi itu ada empat poin penting, termasuk soal sertifikat yang tidak diterbitkan. Tolong, sebagai orang yang beriman dan percaya, ingatlah rakyat kecil,” ucapnya lirih.

“Hari ini saya ingin menuntut Ketua DPRD. Kenapa permohonan dari Komisi I itu tidak disetujui, padahal ada empat poin penting?” tegasnya kembali.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Sulut Raski Mokodompit menjelaskan bahwa pada Desember 2023, Komisi I telah menerima aspirasi masyarakat dan melakukan RDP bersama Pemerintah Provinsi, Dinas-dinas terkait, serta Pemerintah Kabupaten Minahasa hingga ke pemerintah desa Kalasey II.

“Saat itu ada beberapa warga yang meminta kelengkapan syarat untuk pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM). Ada yang sudah menerima SHM, tapi sebagian belum, karena belum melengkapi persyaratan,” jelas Raski.

Namun, Yerri membantah pernyataan tersebut. Ia menyebut bahwa data 49 warga bukan karena tidak melengkapi syarat, melainkan sengaja dianulir.

Raski melanjutkan, saat itu Komisi I DPRD Sulut telah mengajukan permohonan rekomendasi kepada pimpinan DPRD.

“Kalau tidak salah, ada 49 warga yang belum memasukkan syarat, dan kami juga menyikapi pembangunan seperti Mako Brimob dan Politeknik Pariwisata yang berdiri di atas lahan yang diharapkan masyarakat. Masyarakat siap menerima ganti rugi, tapi pada akhirnya tidak ada kompensasi sama sekali. Bahkan pembangunannya sudah dibangun,” ungkap Raski.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Minahasa untuk menjadi jembatan penyelesaian konflik tersebut.

“Masyarakat tidak mungkin datang langsung ke Mako Brimob, melihat gerbangnya saja sudah takut. Jadi, kami minta agar pemerintah memfasilitasi,” tambahnya.

Dalam rekomendasi ketiga, disebutkan adanya lahan sisa yang digarap warga, dan Komisi I sempat mengajukan permohonan agar lahan itu diberikan kepada masyarakat.

“Kalaupun tidak bisa diberikan, minimal jangan diusir dari lahan tersebut,” imbuh Raski.

Ia juga menjelaskan bahwa setelah memberikan rekomendasi itu, ia dilantik menjadi Wakil Ketua DPRD, sehingga tugas-tugas Komisi I dilanjutkan oleh ketua baru.

“Seperti yang disampaikan oleh Bapak dari Kalasey, saya sendiri tidak terpilih lagi dalam Pileg lalu. Namun bulan lalu saya masuk kembali sebagai PAW. Jika ditanya soal surat rekomendasi itu, saya jujur belum mengecek ke mana arahnya. Tapi karena sudah diingatkan hari ini, beri saya dan teman-teman waktu untuk mengeceknya kembali. Yang jelas, surat itu sudah dikirim ke pimpinan DPRD, khusus untuk Kalasey II,” pungkas Raski. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: DPRD SulutMasyarakat Kalasey IIRaski MokodompitYerri Lukas
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Foto: Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari membuka Dandim Cup 2025). (Dok. Istimewa)

Dandim Cup 2025 Resmi Bergulir, Bupati Sangihe: Ini Liga Champion-nya Masyarakat Kami

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Alarm bagi Pendidikan Vokasi: Teknik Mesin Polimdo Hadapi Krisis Minat dan Regenerasi Dosen 2 Mei 2026
  • Semarak Peringatan 63 Tahun Integrasi Papua di AMN Dipimpin Rektor Unsrat dan Kolonel Jacobus 2 Mei 2026
  • HUT ke-17 IKA Polimdo: Menebar Kepedulian, Menghidupkan Kasih di Setiap Langkah 2 Mei 2026
  • Supriyadi Pangellu: Pak Gubernur, Evaluasi Dulu Kinerja Calon Sekprov! 2 Mei 2026
  • Pemkot Kotamobagu Sebut Perda APBD 2026 Sudah Lolos Evaluasi Gubernur 2 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In